Djoko Tjandra Keliaran di Indonesia, Jamintel dan Dirjen Imigrasi Layak Dicopot!

Selasa, 30 Juni 2020 – 08:02 WIB

Djoko Tjandra Keliaran di Indonesia, Jamintel dan Dirjen Imigrasi Layak Dicopot!

Djoko Tjandra Keliaran di Indonesia, Jamintel dan Dirjen Imigrasi Layak Dicopot!

JAKARTA, REQnews - Terpidana kasus Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra saat ini dikabarkan ada di Indonesia. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pun mengaku sakit hati saat mengetahui kabar buronan korupsi tersebut.

Menanggapi kasus ini, pengamat kejaksaan Fajar Trio Winarko meminta Burhanuddin melakukan pemeriksaan internal khususnya di Jaksa Agung Muda bidang Intelijen. Ia beralasan, seharusnya intelijen kejaksaan bisa berkoordinasi secara maksimal dengan pihak Imigrasi maupun kepolisian serta Interpol.

"Yang jadi pertanyaan, selama tiga bulan ini fungsi Jaksa Agung Muda Intelijen dan Dirjen Imigrasi ini ngapain aja? Harusnya mereka bisa saling koordinasi dong, jangan sampai ada ego sektoral dalam penanganan kasus ini," kata Fajar di Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Fajar pun mengkritisi kinerja Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting yang notabene eks jaksa. Jhoni, lanjut dia, pernah menduduki jabatan sebagai Direktur I Bidang Ekonomi dan Moneter pada JAM Intel pada Kejagung pada 2013-2014 dan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

"Kemana fungsi kontrol Dirjen Imigrasi dalam mengawasi keluar masuk WNI ke Tanah Air. Jangan sampai kejadian Harun Masiku, terjadi kembali dan merusak sistem keimigrasian Indonesia. Termasuk merusak tatanan kepastian hukum dan aspek yuridis di negeri ini," kata dia.

Karenanya, Fajar meminta Jaksa Agung maupun Menteri Hukum dan HAM mengevaluasi kinerja anak buahnya, khususnya dalam mengawasi pergerakan para buronan kasus korupsi. Jika masih seperti ini kondisinya, ia mengkhawatirkan penegakan hukum tumpul ke atas.

Lolosnya Djoko Tjandra bukti nyata adanya kekurangan kemampuan deteksi intelijen di bawah Kejaksaan Agung. Yang mengherankan, koruptor satu ini sudah dicekal tapi tetap bisa masuk ke Indonesia.

"Bila sampai Jaksa Agung sakit hati tahu Djoko Tjandra ternyata ada di Indonesia, mungkin Jamintel perlu dicopot. Dan Menkumham bisa mencopot kembali Dirjen Imigrasi," kata dia.

Sebelumnya, beredar kabar Djoko Tjandra sudah di Tanah Air sejak tiga bulan lalu. Mendengar kabar tersebut, Burhanuddin mengaku sakit hati apalagi Djoko Tjandra telah buron selama bertahun-tahun.

"Informasinya lagi yang menyakitkan hati saya adalah katanya tiga bulanan dia ada di sini. Baru sekarang terbukanya," ujar Burhanuddin dalam kerja bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Menurut informasi yang diterima Burhanuddin, Djoko Tjandra dikabarkan selama ini ada di Malaysia dan Singapura. Kejaksaan Agung telah berupaya untuk menangkap Djoko Tjandra, tetapi selalu mengalami kesulitan.

"Kami sudah berapa tahun mencari Djoko Tjandra ini. Tapi yang melukai hati saya, saya dengar Djoko Tjandra bisa ditemui di mana-mana, di Malaysia dan Singapura. Tapi kita minta kesana-sini juga tidak bisa ada yang bawa," ucapnya.

ST Burhanuddin menambahkan, Djoko Tjandra dikabarkan telah mendaftarkan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Ia mengakui bahwa Kejaksaan Agung "kecolongan" dan akan melakukan evaluasi.

"Pada tanggal 8 Juni Djoko Tjandra informasinya datang di Pengadilan Jakarta Selatan untuk mendaftarkan PK-nya. Ini juga jujur kelemahan intelijen kami, tetapi itu yang ada. Saya juga belum dapat informasi apakah hari ini datang di sidang atau tidak," kata Burhanuddin.