Viral Pria Diduga Aakar Abyasa Sebut Klien Per3k, Ini Kata Konsultan Komunikasi

Minggu, 02 Agustus 2020 – 14:30 WIB

Viral Pria Diduga Aakar Abyasa Sebut Klien Per3k, Ini Kata Konsultan Komunikasi

Viral Pria Diduga Aakar Abyasa Sebut Klien Per3k, Ini Kata Konsultan Komunikasi

 

JAKARTA, REQnews - CEO dan Founder Jouska Aakar Abyasa Fidzuno a.k.a Ahmad Fidyani diduga teriak-teriak dan emosional saat bertemu salah satu kliennya. Rekaman yang diduga teriakan Aakar pun viral setelah akun Youtube @obrolan om om mempostingnya dnegan judul Jouska vs Clients pada 31 Juli 2020 lalu.

Dalam rekaman tersebut, pria yang diduga Aakar itu terlihat tidak stabil hingga abuse kliennya dengan bahasa-bahasa kasar. Bahkan terucap kata 'per*k' hingga 'pec*n' yang diketahui berjenis kelami perempuan tersebut.

Menurut Konsultan Komunikasi Retno Kusumastuti, rekaman suara pria yang diduga Aakar itu tampak begitu emosional. "Mendengarkan isi video yang berisi rekaman suara tersebut saya berkesimpulan bahwa suara pria yang diduga saudara Aakar sedang berbicara dengan seorang wanita yang patut diduga adalah salah satu kliennya," kata Retno di Jakarta, Minggu 2 Agustus 2020.

"Karena berkali kali wanita tersebut menyebutkan bahwa niat dia menemui seseorang yang diduga saudara Aakar (wanita tersebut memanggilnya dengan’Kar’) adalah untuk meminta uangnya kembali dan account nya ditutup."


Dari pembicaraan yang lebih banyak diwarnai suara teriak teriak tersebut, kata Retno, dapat ditarik kesimpulan bahwa si pria adalah seseorang yang sangat emosional. Sebenarnya, Retno mengaku secara pribadi hampir tidak yakin bila pria tersebut di klaim sebagai Aakar yang selama ini dianggap sebagai entrepreneur muda dan konsultan finansial yang mumpuni.

"Mengingat cara marah seorang entrepreneur apalagi konsultan bukanlah dengan teriakan seperti bayi lapar. Kami, sebagai entrepreneur yang juga manusia biasa sangat mungkin untuk upset, kecewa atau jengkel. Tapi saat kami harus berhadapan dengan pihak lain apalagi dengan klien maka kepala kami harus dingin agar ‘win win solutions’ bisa tercapai," ujarnya.

Menruut dia, kemampuan negosiasi seorang entrepreneur selayaknya seperti di ‘challenge’ dan pasti otak bekerja lebih keras sehingga hati tidak sempat marah.

"Sebagai entrepreneur seharusnya sadar bahwa resiko yang dihadapi adalah untung atau rugi. Keduanya memiliki porsi yang sama besarnya. Oleh karena itu sebelum masuk ke dunia entrepreneurship setiap orang harus siap pada 2 resiko tersebut dan menyiasati nya dengan berlaku hati-hati pada setiap langkahnya," kata dia.

Sebenarnya jika video ini beredar lebih cepat, Retno yakin para kliennya akan berpikir berkali kali sebelum berurusan dengan lelaki yang temperamental seperti ini. "Saya selalu percaya pada Lao Tzu yang mengatakan 'Pejuang tidak pernah marah'. Sejujurnya, marahnya seorang entrepreneur adalah saat dia sudah minta seorang pengacara maju berhadapan dengan orang yang dianggapnya bermasalah. Tetap saja entrepreneur tidak ingin semua orang melihatnya ketika marah karena saat marah seseorang pasti tidak dapat mengambil keputusan terbaik," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Jouska ditetapkan Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai perencana keuangan yang melakukan kegiatan investasi ilegal.

Muncul banyak pertanyaan mengapa Jouska bertransformasi dari perencana keuangan, menjadi pengelola sekaligus manajer investasi atau keuangan. Bahkan, Jouska membeli saham PT Sentra Mitra Informatika Tbk (LUCK) dan mentransaksikan dana para kliennya ke saham tersebut melalui Rekening Dana Investor (RDI).

Jouska pun dituding melakukan penyalahgunaan kegiatan manajer investasi, yang notabene mereka belum memiliki izin untuk melakukan eksekusi ataupun penempatan dana dalam bentuk produk investasi.

Aakar sebelumnya menyampaikan permintaan maaf ke banyak pihak. Melalui akun sosial media, Instagram pribadinya @aakarabyasa, Aakar mengaku siap menerima risiko hukum terkait permasalahan ini.

"Saya mencoba untuk tidak defensif ataupun melakukan klarifikasi terhadap semua pemberitaan yang ada. tapi memberikan solusi paling baik untuk semua pihak. Jadi mari kita lakukan prosedur hukum yang berlaku," kata Aakar mengutip unggahan akun Instagramnya, pada Jumat 24 Juli 2020

Berikut pernyataan lengkap yang disampaikan oleh Aakar:

"Selamat malam semuanya, saya Aakara Abyasa, CEO dan founder dan Jouska ID. Pertama-tama melalui video ini izinkan saya untuk capaikan maaf yang sebesar besarnya kepada klien, kepada seluruh stakeholders di Jouska ID, kepada rekan-rekan di industri, regulator maupun masyarakat secara luas karena kami telah menimbulkan. keresahan dan kegaduhan dengan pemberitaan yang muncul di media maupun di sosmed beberapa hari terakhir ini.

Saya mencoba untuk tidak defensif ataupun melakukan klarifikasi terhadap semua pemberitaan yang ada. Tapi melalui video ini saya ingin mengajak dan mencari jalan tengah, memberikan solusi paling baik untuk semua pihak.

Karena bagaimanapun saya tumbuh dan besar sebagai pebisnis, diajarkan untuk memegang prinsip bahwasanya masalah bisnis bisa diselesaikan secara bisnis. So, settle. Juga ada masalah dengan legal, saya percaya dengan hukum yang berlaku di negara ini, jadi mari kita lakukan prosedur hukum yang berlaku.

Dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan support, kritik yang membangun. Yang pasti semua masukan itu sangat berarti buat saya dan tim saya untuk selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi klien dan semua pihak yang berkepentingan.

Dan sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa saya dan tim saya selalu berharap dan kami sangat terbuka untuk berkomunikasi secara kondusif terhadap semua pihak yang berkepentingan. Terima kasih sudah memberikan support dan dengan support itu kami akan selalu melakukan yang terbaik."