Ipar Edo Kondologit Tewas, Polri Harus Belajar dari Kasus Jacob Blake

Minggu, 30 Agustus 2020 – 23:00 WIB

Ipar Edo Kondologit Tewas, Polri Harus Belajar dari Kasus Jacob Blake

Ipar Edo Kondologit Tewas, Polri Harus Belajar dari Kasus Jacob Blake

JAKARTA, REQnews - Pengamat hukum Yanuar Wijanarko mendesak Kapolda Papua Barat, Irjen Tornagogo Sihombing untuk transparan dalam mengungkap kasus kematian ipar Edo Kondologit, Riko yang tewas di tahanan Polres Sorong. Ia beralasan, jika membiarkan kasus ini berlarut bisa menimbulkan isu liar dan digunakan pihak ketiga untuk menggunakan isu rasialisme di Papua.

Yanuar pun mengkhawatirkan, apabila pihak kepolisian tidak mengusut secara tuntas maka kasus Jacob Blake di Amerika Serikat dapat terjadi juga di Tanah Papua. "Kapolda harus transparan mengusut penyebab kasus ini. Jangan sampai menjadi isu liar yang dipakai pihak ketiga untuk melakukan propaganda isu rasialisme seperti kasus Jacob Blake di AS," kata Yanuar menjawab REQnews di Jakarta, Minggu 20 Agustus 2020.

Ia juga mendesak Propam Polri memeriksa Kapolres Sorong, AKBP Ary Noto akibat kelalaiannya yang menyebabkan tahanan lain menganiaya Riko. Sebab alasan korban dikeroyok tahanan lain karena terkait kasus pemerkosaan tidak menjadi pembenar bagi pihak kepolisian untuk lari dari tanggung jawabnya.

"Meski Riko berstatus tahanan, Polres Sorong tetap wajib menjamin perlindungan dan hak hidup korban. Jadi jangan jadikan alasan dianiaya tahanan lain, AKBP Ary Noto bisa lepas dari tanggung jawabnya menjaga nyawa para tahanan untuk tetap hidup sampai dilimpahkan ke pengadilan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, kemarahan Edo Kondologit yang terekam video dan diposting akun Twitter Veronica Koman, @VeronicaKoman pada Minggu 30 Agustus 2020 menarik perhatian masyarakat. Edo murka disebabkan sang ipar tewas di tahanan Polres Sorong.

Polda Papua Barat pun dikabarkan langsung menerjunkan Propam untuk mengecek aduan itu. "Saya sudah turunkan tim dari Propam dan Dirkrimun untuk memeriksa secara komprehensif kasus itu. Kalau pun nanti kita temukan pelanggaran, karena ada versi berbeda yang saya dengar, kalau nanti ada pelanggaran maka kami akan tindak tegas petugas yang alpa dan lalai," kata Kapolda Papua Barat, Irjen Tornagogo Sihombing.

Pihaknya berjanji bakal menindak bila anak buahnya melakukan pelanggaran terkait SOP. "Intinya kami akan lakukan tindakan tegas kalau ada melakukan pelanggaran dan tidak sesuai SOP, ada jalurnya di Propam, bisa sanksi kode etik maupun disiplin," kata dia.

Terkait adanya beda versi cerita soal meninggalnya adik ipar Edo Kondologit, ia menegaskan tidak akan menutupi kasus ini. "Kalau benar mereka melakukan pelanggaran, marah juga saya. Intinya kalau proses hukumnya tidak sesuai aturan, kami akan tindak anggota tersebut," kata Tornagogo.

Mengutip video yang diposting akun Twitter Veronica Koman, @VeronicaKoman, tampak Edo Kondologit marah-marah. "Cukup sudah sandiwara di negeri ini, saya sudah sakit hati sekali ini, kita akan menuntut keadilan. Kita akan menuntut ke propam, polda, polsek semua," teriak Edo.

"Riko ini adalah korban dari sistem ya ambrol," kata Edo lagi.

Menanggapi video tersebut, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan peristiwa itu bermula ketika polisi menerima laporan adanya seorang wanita paruh baya berinisial A (60) yang tewas di Pulau Doom, Papua Barat. A diperkosa, dibunuh, lalu ponselnya dicuri.

Setelah diselidiki, tersangka mengarah ke Riko. "Barang buktinya juga ada tuh TV, terus handphone (korban) lalu juga ada minuman keras yang didapatkan (di bawah kasur Riko)," ujar Ary kepada wartawan, Minggu 30 Agustus 2020

Usai diinterogasi, Riko mengakui perbuatannya. Pihak keluarga pun, kata Ary, menyetujui pemeriksaan terhadap Riko. Riko pun dibawa ke Polres Sorong.

Namun, saat diperiksa di Polres Sorong, Riko kabur. Dengan tangan terborgol, Riko menerjang kaca jendela kantor polisi untuk kabur. "Yang bersangkutan (Riko) lari dari ruang pemeriksaan keluar nabrak kaca di kantor kita sampai kantor kita pecah kacanya. Kemudian kita tangkap lah (Riko)," kata Ary.

Lalu, Riko dibawa ke mobil polisi. Namun, Riko kembali melakukan perlawanan hingga kakinya ditembak.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dirawat sementara. Setelahnya, Riko dijebloskan ke dalam sel Polres Sorong.