Mensos Korupsi saat Pandemi, Pakar: Hukuman Maksimal Pantas Diterapkan

Minggu, 06 Desember 2020 – 16:32 WIB

Foto barang bukti OTT bansos COVID-19 (Foto: Istimewa)

Foto barang bukti OTT bansos COVID-19 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Wacana hukuman mati bagi pelaku korupsi disaat bencana nasional mulai dibicarakan kembali. Setelah sebelumnya Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi bansos COVID-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri juga sempat menyinggung hal tersebut. "Ya, kita paham, di dalam ketentuan UU 31 tahun 99 pasal 2 yaitu barang siapa yang telah melakukan perbuatan dengan sengaja memperkaya diri atau orang lain, melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara di ayat 2 memang ada ancaman hukuman mati," ujar Firli di Gedung KPK, Jakarta, Minggu 6 Desember 2020.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Hukum Abdul Fickar kepada tim REQnews, Minggu 6 November 2020 mengatakan, bahwa kekuasaan dan korupsi itu sulit untuk dipisahkan, bahkan tidak memperhitungkan situasi termasuk saat pandemi.

"Sepanjang sistem keuangan negara didadarkan pada proyek-proyek milik libido, korupsi pada birokrasi tidak akan pernah berhenti," ujar Abdul Fickar. Karena itu, proyek di masa pandemi pun, masih menjadi sasaran korupsi.

Menurutnya, kasus korupsi akan terus meregenerasi pada bangunan-bangunan kekuasaan, sepanjang sistem politik masih mahal, sementara penyelenggaraan keuangan negara didasarkan pada proyek-proyek. "Yang ironis justru terjadi di Kementrian Sosial, yang seharusnya seluruh aktivitasnya untuk kemaslahatan rakyat," ujarnya.

Berkaitan dengan hukuman bagi pelaku korupsi, Abdul Fickar mengatakan bahwa pasal 2 ayat 2 tipikor ancaman maksimalnya adalah hukuman mati.

"Jika tipikor dilakukan dalam keadaan tertentu termasuk didalamnya keadaan bencana alam nasional, termasuk bencana pandemi COVID-19. Untuk penjeraan kiranya pantas hukuman maksimal diterapkan bagi korupsi yang dilakukan pada masa pandemi ini," katanya.