Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

"Bangga Gunakan Produk Lokal, Berarti Ikut Serta Melestarikan Identitas Warisan Leluhur"

Rabu, 17 Juli 2019 – 13:30 WIB

Drs. Jaghur Stefanus, Wakil Bupati Manggarai Timur (Foto:Risno)

Drs. Jaghur Stefanus, Wakil Bupati Manggarai Timur (Foto:Risno)

Drs. Jaghur Stefanus, Wakil Bupati Manggarai Timur

Setelah dilantik dan resmi mengemban tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur pada periode 2019-2024 pada 14 Februari 2019 lalu. Lantas,apa visi dan misi kepala daerah ini dalam mengemban tugas untuk memajukan daerah tersebut? Untuk mendapatkan jawaban tersebut, Tim REQNews berkesempatan untuk menggali lebih dalam dengan bertemu Wakil Bupati Manggarai Timur di ruang kerjanya pada Kamis, 27 Juni 2019 lalu.

Stefanus Jaghur, di usia mudanya, ia telah menjadi pendidik di SMA Pancasila Borong. Borong pun menjadi rumah kedua setelah kampung halamannya di Manus, Kecamatan Kota Komba.Di kampung, ketika masa kecil sebelum menamatkan SD Mukun I pada tahun 1973, Jaghur Stefanus sering disapa Bapak Stef atau Bapa Tatan atau Om Bapa Tatan.

Setelah mengajar di SMA Pancasila Borong, Stef cukup lama berkerja di BKKBN dari tahun 1992-2004. Statusnya sebagai pegawai negeri sipil. Sebagai Ajun Program Keluarga Berencana (KB), ia mengenal dengan baik para orang tua dan perkembangan masyarakat di wilayah Borong dan Ranamese melalui sosialisasi dan penyuluhan.

Pada tahun 2004, Bupati Manggarai Antonius Bagul Dagur mengangkat Jaghur Stefanus sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Borong. Dua tahun berselang, Bupati Christian Rotok melantiknya menjadi camat Borong dalam rangka menyiapkan terbentuknya Kabupaten Manggarai Timur. Saat itu, Kecamatan Borong menjadi starting point demi melancarkan terbentuknya sebuah kabupaten baru, yakni Manggarai Timur.

Sejak terlantik sebagai camat Borong pada tahun 2006, Jaghur Stefanus menjadi camat paling sibuk di Kabupaten Manggarai. Sebagai camat, ia harus menjamu para tamu baik pejabat pemerintah maupun politik yang datang ke Borong dalam rangka pembentukan Kabupaten Manggarai Timur. Jamuan dan penginapan harus dipersiapkan atas koordinasi camat Borong. Dengan ketersediaan dana yang terbatas, camat Borong harus memberikan kesan terbaik bagi para tamu tersebut.

Demi antusiasme masyarakat akan terbentuknya Kabupaten Manggarai Timur, Jaghur Stefanus menjalani perannya dengan penuh tanggung jawab. Pikiran, keringat dan dana dicurahkan demi terwujudnya Manggarai Timur. Nyaris semua warga Borong dilibatkan dalam membantu menjamu tamu-tamu terhormat. Semua jerihpayah itu terbayar tuntas. Tahun 2007, di Jakarta, palu terbentuknya Kabupaten Manggarai Timur dibunyikan. Jaghur Stefanus bersama para tokoh dan elite politik hadir di sana dan menyaksikan itu dengan penuh rasa gembira.

Jaghur Stefanus adalah figur penting yang ikut membentuk Kabupaten Manggarai Timur. Ia bukan saksi sejarah, tetapi pelaku sejarah terbentuknya kabupaten Manggarai Timur. Sebagai sebuah sejarah, Kabupaten Manggarai Timur lahir dari perjuangan dan keyakinan, bukan sebuah pemberian cuma-cuma (pro deo). Jaghur Stefanus tentu bersyukur telah terlibat dalam sejarah awal terbentuknya Kabupaten Manggarai Timur. Ia bukan penonton atau pelaku pasif, tetapi salah aktor utama dalam membidani lahirnya kabupaten Manggarai Timur.

Demi kesejahteraan bersama, masyarakat Kabupaten Manggarai Timur memulai menentukan nasib dan pemimpinnya. Pasca 30 Oktober 2008, Pilkada Kabupaten Manggarai Timur dimenangkan oleh pasangan Yosep Tote dan Agas Andreas atau Paket Yoga. Dalam periode lima tahun pertama atau Paket Yoga Jilid I, Jaghur Stefanus menjadi Kasat Pol PP. Di Kesatuan Pol PP itu, kepemimpinannya diterima dan diakui oleh anggota kesatuan Pol PP. Dalam banyak pengakuan, Stef Jaghur adalah pemimpin yang tegas dan bijaksana.

Jaghur Stefanus yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1958 memasuki usia pensiun nyaris bertepatan dengan akhir masa kepemimpinan Bupati Yosep Tote dan Wakil Bupati Agas Andreas periode 2014-2019. Sementara, gong Pilkada Serentak Kabupaten Manggarai Timur jatuh pada tanggal 27 Juni 2018. Calon-calon pemimpin pun mulai bermunculan untuk mengikuti kontestasi politik Pilkada 2018. Nama Drs. Jaghur Stefanus masuk dalam bursa bakal calon pemimpin Kabupaten Manggarai Timur.
Sebagai wakil bupati, Agas Andreas, SH., M.Hum ikut maju sebagai bakal calon bupati Kabupaten Manggarai Timur di Pilkada 2018.

Sebagai pemimpin yang berbudaya, Agas Andreas memegang sumpah adat yang pernah diucapkan dalam ritual syukur paki kaba di Mukun, Kota Komba pasca Pilkada Kabupaten Manggarai Timur 2014. Saat itu, di hadapan para tetua adat dan masyarakat Kota Komba terucap sumpah: “poli hoo, ngger eta ulu. Tapi neka hemong ketiak dite!” Artinya, setelah Yoga Jilid II, bupatinya Agas Andreas dari Lambaleda Raya (dari Poco Pene sampai Nanga Lirang), wakil bupatinya orang Kota Komba. Kalimat sumpah tersebut terbaca sekaligus sebagai pesan dan kearifan politik para tokoh adat dan masyarakat Kota Komba. Kearifan politik itu mungkin bermakna “balas budi” atau “leko leles” (dodo) politik. Tujuannya, pola kepemimpinan di Manggarai Timur terdistribusi secara adil.

Atas dasar sumpah itulah Agas Andreas mencari “pasangan” politiknya dari wilayah Kota Komba. Dari tokoh-tokoh adat dan masyarakat Kota Komba menyembut nama yang belum terpikirkan olehnya. “Sa kaut damin, Stef Jaghur”, begitu kata mayoritas mereka. Di Kota Komba, nama Jaghur Stefanus disebut-sebut, sementara “camat manga” Borong itu sibuk dengan urusan birokrasi kepegawaian. Sama sekali, ia tidak pernah tahu namanya diusulkan sebagai bakal calon wakil bupati Kabupaten Manggarai Timur, mendampingi Agas Andreas.

Pada suatu ketika, Mekas Ande, sapaan untuk Agas Andreas, datang bertamu di rumah Jaghur Stefanus. Rumah yang pintunya selalu terbuka untuk menerima setiap orang dari yang tidak pakai sendal sampai yang berdasi. Singkat cerita, Agas Andreas meminta Jaghur Stefanus menjadi pasangan “the next leader” Manggarai Timur dalam Pilkada 2018, atas rekomendasi tokoh adat dan masyarakat Kota Komba.

Jaghur Stefanus tak menyangka ia dipercaya dan bahkan tak mampu menjawab. Bingung datang memenuhi rongga pikiran. Ia merasa belum siap. Baginya, menjadi seorang abdi masyarakat dan pegawai negeri sipil (PNS) sudah lebih cukup. Ia sangat bersyukur sudah menjadi bagian dari pelayanan masyarakat dan dengan bonus menjadi kepala dinas. Belum terlintas dalam pikirannya untuk menjadi politisi dan menjadi wakil bupati.

Saat itu, Jaghur Stefanus belum bisa menjawab. Ia mesti berkonsultasi dengan semua anggota keluarganya: istri dan ketiga orang anak. Sebelum berkonsultasi, ia bahkan mengusulkan agar Agas Andreas berpasangan dengan beberapa tokoh Manggarai Timur baik yang ada di Borong maupun di luar wilayah. Jaghur Stefanus mengambil inisiatif untuk mengontak (via telpon) para tokoh tersebut. Jawabannya, semuanya maju di Pilkada 2018, tetapi tidak ingin jadi wakil. Kini mereka maju dalam Pilkada 2018 Manggarai Timur sebagai bakal calon bupati.

Tak ada pilihan lain bagi Jaghur Stefanus. Kepercayaan para tokoh adat dan masyarakat jatuh pada dirinya. Atas kepercayaan itu juga, keluarga memilih sikap ikut mendukung. Dalam keyakinan dan mental siap bertarung, Jaghur Stefanus belajar memuat pilihan. Pasca pelatikan beliau pada bulan Februari silam oleh Gubernur Viktor Laiskodat, pemimpin yang terkenal humble ini pun tanpa banyak wacana, ia langsung bergegas untuk melaksanakan beberapa program andalannya termasuk pariwisata. Berikut, hasil wawancara redaksi REQnews bersama wakil bupati Manggarai Timur terpilih.


Dapatkah bapak jelasakan gambaran singkat beberapa potensi pariwisata yang ada di Manggarai Timur ?
Manggarai Timur Memiliki beberapa potensi wisata alam yang mumpuni dan layak dikunjungi oleh berbagai wisatawan domestic maupun lokal. Adapun beberapa potensi wisata tersebut tersebar di beberapa titik wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai Timur. Potensi wisata tersebut adalah sebagai berikut: Kabupaten Manggarai Timur memiliki 111 objek wisata berupa pantai, gunung, air terjun, budaya, danau dan lainnya. Berikut ini beberapa objek wisata di Kabupaten Manggarai:

a. Pantai Watu Pajung

Berada sekitar 10 km di sebelah timur Pota yang merupakan ibukota Kecamatan Sambi Rampas. Pantai ini mmiliki hamparan pasir putih di sepanjang pantai, di beberapa bagian terdapat batu karang yang berdiri anggun & kokoh membelakangi perbukitan yang hijau ditumbuhi pepohonan. Di bagian timur pantai Watu Pajung terdapat padang yang cukup luas, sementara di bagian barat terdapat lahan persawahan milik warga setempat. Kombinasi alam nan indah ini membuat Watu Pajung sangat menakjubkan. Dinamai Watu Pajung karena di tepi pantai terdapat sebuah batu karang yang berdiri menghadap ke laut, menyerupai payung yang sedang mengembang. Secara harafiah berarti Batu Payung atau batu yang menyerupai payung.

b. Danau Rana Tonjong

Danau Rana Tonjong terletak di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, sekitar 3 km utara Pota. Danau Rana Tonjong berada di sebuah dataran rendah yang dikelilingi oleh perbukitan di bagian barat, selatan dan utara, sedangkan di bagian timur terdapat areal persawahan yang cukup luas milik masyarakat setempat. Danau Rana Tonjong memiliki keunikan karena ditumbuhi bunga teratai raksasa (Victoria Amazonica) atau disebut Tonjong dalam bahasa setempat. Tumbuhan ini menutupi seluruh permukaan danau yang memilikitidak tampak adanya air pada permukaan danau. Bunga Teratai ini tumbuh subur sepanjang tahun namun hanya berbunga sekali dalam setahun yaitu selama bulan April hingga Juni.

c. Danau Ranamese

Danau Rana Mese berlokasi di Desa Golo Loni, Kecamatan Borong, berada tepat di lintasan jalur jalan Negara yang menghubungkan kabupaten-kabupaten di Pulau Flores. Danau Rana Mese berada di dalam wilayah hutan lindung dan dikelilingi oleh barisan pegunungan Mandosawu dan Poco Ranaka diantara wilayah Kecamatan Borong dan Kecamatan Poco Ranaka. Karena itu banyak orang beranggapan bahwa Danau Rana Mese merupakan permata yang tersembunyi di balik Gunung Mandosawu. Danau Rana Mese berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Disini wisatawan bisa melakukan aktivitas memancing, trecking mengelilingi danau sambil mengamati tumbuhan dan hewan tropis di dalam areal hutan di sekitar danau serta berkemah.

d. Air Terjun Cunca Rede & Air Terjun Cunca Ncuar

Air terjun ini berada di Desa Sano Lokom, Kecamatan Borong. Kedua air terjun ini memiliki sumber air dari sungai yang sama namun kemudian terpisah pada bagian yang curam sehingga terbentuklah kedua air terjun ini. Dari dua air terjun ini mengalir air yang cukup deras dan sangat sejuk karena langsung dari tengah hutan. Air terjun Cunca Rede memiliki tinggi 10 meter sedangkan Cunca Ncuar memiliki tinggi 15 meter. Pemandangan di sekeliling air terjun ini sangat menarik karena terdapat areal persawahan, dan kebun kopi milik warga di Dusun Nta'ur. Aktivitas yang dapat dilakukan di air terjun yaitu trecking, mandi di sungai, melihat aktivitas masyarakat di persawahan dan di areal kebun kopi.

e. Air Terjun Radi Ntangis & Air Terjun Wek

Air terjun Radi Ntangis dan Cuncang Wek, merupakan dua buah air terjun yang berlokasi di sebelah selatan Desa Ulu Wae, Kecamatan Poco Ranaka. Kedua air terjun ini menyimpan banyak keindahan yang tersembunyi diantara gugusan pegunungan dan rimbunan tanaman kopi. Kedua air terjun ini terletak berdampingan dengan jarak 200 meter satu dengan yang lainnya. Cuncang Radi Ntangis di sebelah barat dan Cuncang Weg dibagian timur dan kedua air terjun ini tepat di Golo (bukit) Lalong yang membentang di sebelah timur ruas jalan kabupaten menuju ke Elar. Desa Ulu Wae dikenal sebagai penghasil kopi Arabika dan Robusta. Air Terjun Radi Ntangis memiliki ketinggian sekitar 150 meter dan dengan aliran air yang lebih deras.

f. Benteng Empu

Benteng Empu berada di Desa Pocolia, Kecamatan Poco Ranaka. Empu merupakan nama kampung. Sekitar 173 tahun silam, penduduknya berpindah di sekitar lokasi empu. Kampung itu sekarang bernama Maro. Kampung Empu terletak di atas wadas, kiri kanan dan belakangnya terdapat tebing curam dan berbatu. Di depanya ada batu besar berbentuk gua alam. Pada jaman dahulu sering terjadi peperangan antara masyarakat sipil untuk memperebutkan lahan garapan. Dengan demikian di kampung Empu ini dibangun benteng pertahanan dari kumpulan batu. Konon di kawasan ini terdapat benda purbakala yang menarik seperti parang panjang yang sakti milik Empu Seheng (Kepala Suku Saat itu). Parang itu dipakai pada waktu perang sipil. Disekitar Benteng Empu terdapat perkebunan kopi milik warga setempat. Udara di sekeliling benteng Empu sangat sejuk dan memiliki panorama alam yang indah.

G. Mata Air Panas Rana Masak'

Mata Air Panas Rana Masak terletak di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong. Luas areal mata air panas sekitar 1 hektar,dengan dominasi pemandangan persawahan penduduk dan pegunungan hijau yang memberikan kesejukan tersendiri. Mata air panas ini memiliki tiga titik mata air, dengan panas mencapai 40 °C yang mampu mematangkan telur ayam dalam waktu 15 menit.
H. Pantai Cepi Watu

Objek wisata ini berada di Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Pantai Cepi Watu memiliki hamparan pasir putih di sepanjang bibir pantai yang membentang sepanjang 3.5 km dari arah barat sampai ke timur hingga ke muara sungai Wae Bobo. Pantai ini cukup unik karena pada musim barat sebagian bibir pantai di bagian barat dipenuhi oleh hamparan batu, namun pada musim timur pantai ini kembali ditutupi oleh pasir putih.

I. Pantai Laing Lewe

Pantai Laing Lewe berada di sebelah utara Kaupaten Manggarai Timur, yaitu di kampung Dampek, Kecamatan Lamba Leda. Pantai Laing Lewe dapat ditempuh dari Ruteng atau Borong. Pantai ini memiliki pasir putih yang bersih, lautan biru dan jernih serta pemandangan pantai yang sangat indah. Karena keindahannya, pantai Laing Lewe menjadi objek wisata yang banyak menarik minat warga untuk berkunjung ke sana untuk berekreasi sambil berenang, memancing, atau menikmati pemandangan pantai. Di sekeliling pantai terdapat hutan yang rimbun dan ditumbuhi banyak pohon cemara yang mengeluarkan aroma yang segar saat dihembus angin. Hal ini membuat udara di tepi pantai terasa sangat sejuk dan setiap orang yang berkunjung ke sana pasti merasa nyaman.

j. Gunung Ponco Ndeki

Gunung Poco Ndeki menghadirkan pesona wisata petualangan yang sangat menarik dan menantang. Gunung Poco Ndeki memiliki pesona hutan tropis yang sangat rimbun dan kaya akan varietas tumbuhan dan pepohonan. Gunung Poco Ndeki merupakan habitat bagi beberapa jenis burung yang sangat menarik dan dilindungi. Selain itu Gunung Poco Ndeki memiliki pesona wisata budaya yang tersembunyi di balik rimbunan pepohonan yaitu terdapat sebuah situs kampung tua suku Motu Poso yang sekarang menempati kampung Sere dan Kisol. Pendakian menuju puncak Gunung Poco Ndeki dimulai dari kampung Sere, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Borong

K.Pantai Mbolata.

Lokasi pantai ini berada di pusat kota kecamatan Kota Komba,tidak jauh dari Wae Lengga,pantai mbolata mampu memanjakan kita dengan pesona pasir putihnya.Di sekitar pantai tersebut,terdapat beberapa cottage untuk penginapan ataupun beberapa kegiatan refreshing bagi muda-mudi ataupun masyarakat setempat.

L.Padang Ma’usui Dan Tanjung Bendera.

Lokasi kedua tempat pariwisata ini tidak jauh dari pantai Mbolata,namun yang menjadi pembeda adalah padang savana yang dikelilingi oleh ternak para petani masyarakat setempat.

Apa pendapat Bapak, tentang kain tenun yang ada di Manggarai Timur?

Untuk kain tenun yang ada di Kabupaten Manggarai Timur sendiri, banyak dihasilkan oleh petani tenun yang berdomisili di daerah Lambaleda. Motif tenun yang dimilki oleh masyarakat daerah ini memiliki kualitas yang tidak kalah penting dengan motif di daerah lain. Namun,dalam proses tersebut banyak masalah yang menjadi penghambat agar kain tenun tersebut dapat diminati oleh konsumen yang gemar menggunakan produk tradisional setempat. Salah satu kendala tersebut adalah ketidakmampuan produsen untuk memasarkan hasil produksi tersebut ke pasaran. Dengan kendala tersebut, secara otomatis mengakibatkan lesunya permintaan atas kain tenun daerah. Selama ini, banyak petani tenun yang mengeluh soal kendala tersebut hingga akhirnya banyak usaha petani dan produktifitasnya menurun. Ke depannya, kami harapkan putra putri daerah yang saat ini masih mengenyam pendidikan untuk dapat mampu memberikan masukan yang bersifat konstruktif bagi perkembangan daerah ini.

Pendapat bapak terhadap banyaknya produk tiruan kain tenun yang akhir-akhir ini marak terjadi di pasaran?

Menurut saya, hal ini harus segera ditanggulangi sebab jika terus dibiarkan maka dapat merugikan para petani tenun itu sendiri. Selian itu, ini akibat dari adanya pembiaran dan kurangnya sosialisasi tentang hak kekayaan intelektual maupun indikasi geografis bagi masyarakat adat setempat. Saya menyadari, bahwa dengan kehadiran teman-teman mahasiswa Universitas Trisakti dalam pemberian sosialisasi kepada beberapa kelompok petani yang ada di beberapa kabupaten se-daratan Flores, sangat membantu masyarakat dalam memberikan edukasi tentang hak kekayaan intelektual terutama tentang perlindungan hukum bagi produk lokal masyarakat adat setempat. Kedepannya, kami harapkan untuk kembali ikut serta dan tidak bosan datang dan kembali mengunjungi masayarakat yang ada di kabupaten Manggarai Timur, secara khusus memberikan edukasi dan pelatihan kepada kelompok petani setempat.

Apa program yang akan Bapak lakukan agar produk tenun yang berada di daerah ini tetap lestari dan berjalan sebagaimana mestinya?

Saat ini, kami sangat gencar melakukan upaya-upaya preventif agar kain tenun bermotif khas Manggarai Timur ini tetap lestari adanya. Salah satu contoh upaya yang kami lakukan adalah dengan adanya ajakan dan sudah mulai diterapkannya menggunakan pakaian-pakaian khas tenun pada waktu tertentu. Hal ini berlaku pada waktu tertentu dan melibatkan semua pihak yang di lingkungan pemerintah daerah Manggarai Timur.

Bagaimana cara Bapak untuk mengajak milenial, ikut serta meletarikan kain tenun?

Dalam era sekarang, generasi milenial cenderung melihat sesuatu harus dengan content kreatif, dan kekinian. Hal ini kami memanfaatkan peluang. Tentunya cara mempromisikan dan melestarikan tenun ini, harus mengupayakan kebiasaan-kebiasaan yang unik. Salah satunya melalui media social, sebab kebanyakan milenial sekarang cenderung ikut-ikutan. Dalam pikirannya, cenderung sering beranggapan bahwa produk local itu cenderung kuno, sedangkan jika dibandingkan dengan produk asing lebih modern. Iniliah realitanya, kebanyakan orang local masih dapat dipengaruhi oleh pola marketing yang menurut saya cenderung merugikan produsen kita. Tentunya melalui kebiasaan menggunkana seragam yang bermotif tenun akan diberlakukan dalam waktu dekat bagi generasi milenial.

Apa pesan Bapak bagi generasi muda?

Pesan saya bagi kawula muda adalah, sudah seharusnya bangga menggunakan produk lokal daerah kita sendiri. Dengan begitu, kita sudah ikut serta melestarikan identitas yang sudah diwarisi oleh leluhur kita agar tidak lekang oleh waktu dan tetap lestari sampai kapanpun. (RIS)