IFBC Banner

Kasus Anjing Canon Berlanjut, ADI: Semoga Rasa Keadilan Masyarakat Terpenuhi

Sabtu, 19 Maret 2022 – 11:03 WIB

Anjing Canon (Foto: Tangkapan layar unggahan akun instagram Menteri Pariwisata Sandiaga Uno)

Anjing Canon (Foto: Tangkapan layar unggahan akun instagram Menteri Pariwisata Sandiaga Uno)

ACEH SINGKIL, REQnews - Kasus kematian anjing Canon di Pulau Banyak, Aceh Singkil memulai babak baru. Kali ini, polisi akan melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut pada Selasa 22 Maret 2022 mendatang.

Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdanu Tona mengatakan, bahwa pihaknya pada hari Jumat 18 Maret 2022 telah menerima surat undangan untuk menghadiri gelar perkara dari Polres Aceh Singkil.

"Saya juga mendapatkan informasi bahwa Pak Willy, pemilik Canon, diundang juga oleh kepolisian untuk menghadiri gelar perkara," kata Doni kepada wartawan pada Sabtu 19 Maret 2022.

Dengan adanya gelar perkara tersebut, Doni berharap akan ada kelanjutan dari kasus penganiayaan anjing Canon. Yaitu dengan adanya penetapan tersangka dan segera lengkap berkas kasusnya.

Karena menurutnya, masyarakat menantikan agar kasus tersebut segera diproses. "Masyarakat menanti-nanti kabar dari kasus ini dan semoga rasa keadilan masyarakat bisa dipenuhi," ujarnya.

Dalam surat undangan tersebut menyebutkan bahwa gelar perkara akan dilakukan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan hewan anjing Canon.

Diketahui, dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada 19 Oktober 2021 lalu di sekitar Kimo Resort, Pulau Panjang, Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Sebelumnya, dalam video viral yang diunggah melalui akun Instagram @rosayeoh, petugas Satpol PP Aceh Singkil terlihat mengarahkan kayu dengan ujung yang bercabang untuk menundukkan anjing itu.

Satu orang di antaranya mengarahkan kayu ke rantai tempat Canon diikat. Anjing itu ditundukkan.

Pemilik akun menyebut anjing tersebut kemudian dimasukkan ke keranjang kecil, lalu dibawa pergi. Ia mengatakan anjing itu tak bisa bernapas dan akhirnya mati.