IFBC Banner

Seorang Wanita Ngaku Dijemput Paksa Polisi Usai Tolong Anjing, ADI: Bisa Laporkan Balik Pemilik!

Senin, 04 April 2022 – 12:02 WIB

Hewan Anjing (Foto: Istimewa)

Hewan Anjing (Foto: Istimewa)

TANGERANG, REQnews - Viral, seorang wanita bernama Christine di Cipondoh, Tangerang mengaku dijemput paksa polisi karena dituduh mencuri anjing yang hendak diselamatkannya.

Namun, kepolisian membantah jika pihaknya melakukan upaya penjemputan paksa dan tetap menindaklanjuti penyelidikan kasus kehilangan anjing, yang diduga dilakukan oleh Christine.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa Christine bisa melaporkan balik sang pemilik terkait dengan penelantaran hewan peliharaan.

Ia juga mengatakan bahwa pengakuan Christine terkait dengan upaya penjemputan paksa, perlu dikonfrontir dengan pihak kepolisian terkait.

"Pemanggilan Christine sebagai terlapor tentunya harus proper dan sesuai prosedur," kata Doni kepada wartawan pada Senin 4 April 2022.

Kemudian terkait dengan laporan pemilik anjing terhadap Christine, menurutnya pihak kepolisian harus bisa melihat fakta bahwa anjing tersebut dalam keadaan kurang baik.

"Fakta selanjutnya bahwa Christine membawa anjing-anjing itu ke klinik untuk diberikan pertolongan," kata dia.

"Perlu dicatat serta digaris bawahi bahwa menurut Christine, hewan yang menjadi masalah ini, masih ada di klinik untuk perawatan dan bukan dikuasai oleh Christine dalam rumah/propertinya," lanjutnya.

Sehingga Doni mengatakan bahwa tuduhan terkait dengan pencurian hewan peliharaan, bisa dibantah. Doni pun menilai jika kasus tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan bijak.

"Serta menurut saya, pemilik bisa dilaporkan balik oleh para pecinta hewan bahwa ada dugaan penelantaran. Saya merasa kasus ini bisa diselesaikan dengan baik dan bijak, sesuai dengan fakta yang ada," kata dia.

Bahkan ia mengatakan Christine bisa melawan tuduhan tersebut di persidangan dengan sangat mudah, jika melihat fakta-fakta yang ada. "Jika benar ada penjemputan paksa, tentu ini sangat disayangkan," kata Doni.

Menurutnya, dalam kasus-kasus pelaporan hewan peliharaan disiksa, dibunuh, diculik oleh sindikat pencurian dan perdagangan daging anjing, tidak ada upaya sigap seperti ini.

Diketahui, sebelumnya Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah dilaporkan ke Propam oleh Christine yang mengaku dijemput paksa pihak kepolisian, usai dituduh mencuri anjing yang hendak diselamatkannya.

"Itu saya juga bingung saya kan niatnya cuman nolongin anjingnya terus saya dibilang pencurian saya mintain buktinya dia tunjukin CCTV saya lagi berdiri di pinggir jalan. Jadi maksudnya bukan di rumah pemiliknya tapi saya berdiri di pekarangan bebas. Ya itu kan berarti semua orang punya hak untuk di situ dong kan bukan rumah pribadi dan saya juga nolongin anjingnya bukan ambil dari rumahnya," ujar Christine kepada wartawan, Minggu 3 April 2022.

Tak hanya Kapolsek Cipondoh, Christine juga melaporkan Kanit Reskrim Polsek Cipondoh Ipda Zainal Arifin dan Polwan Suswanti ke Propam, karena dirinya tak memiliki niat sedikitpun mencuri anjing.

Saat itu dirinya mengaku dipaksa datang langsung ke Polsek Cipondoh, menurutnya penjemputan paksanya tersebut dilakukan pada 31 Maret 2021 sekitar pukul 12.30 WIB.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Cipondoh Ipda Zainal Arifin membantah jika pihaknya telah melakukan upaya penjemputan paksa, polisi hanya ingin melakukan klarifikasi terhadap Christine.

"Kita ajak ke polsek untuk memediasi klarifikasi gitu lo, tapi tidak mau-mau. Ya polisi jika bisa persuasif ya persuasif. Kita di depan tidak ngapa-ngapain, orangnya juga tidak di jemput toh, dia di rumah," kata Zainal, Minggu 3 April 2022.

Dirinya pun tak mau ambil pusing terkait laporan ke Propam Polres Metro Tangerang Kota dan tetap melakukan penyelidikan kasus kehilangan anjing yang telah dilaporkan.

"Ya itu kan haknya dia lah yang laporin ya silakan. Kita kan melayani masyarakat juga terkait ada pelapor datang ke polsek mengaku kehilangan anjing kemudian kita layani kita lakukan penyelidikan ada rekaman CCTV, ada foto-foto diduga pelaku, itu kan pada saat mengambil anjing itu kan diduga pelaku ini kan tidak minta izin," katanya.

Zainal mengatakan bahwa pihaknya juga akan memanggil Christine untuk klarifikasi dan hingga kini pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi terkait kasus tersebut.

 

"Ya ada nanti (klarifikasi). Panggilanlah untuk diklarifikasi kalau dia hanya menyampaikan di media begini-begini kita kan polisi belum dikasih. Saksi sih udah empat ini empat orang yang ada di sekitar situ," ujarnya.