IFBC Banner

Diduga Jemput Paksa Wanita Penolong Anjing, IPW Minta Kapolsek Cipondoh Dicopot Jabatannya

Rabu, 06 April 2022 – 16:40 WIB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso

TANGERANG, REQnews - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta agar Kapolsek Cipondoh dicopot dari jabatannya jika terbukti tidak profesional.

Pernyataan tersebut menanggapi adanya kasus dugaan penjemputan paksa terhadap seorang wanita bernama Christine di Cipondoh, Tangerang yang dituduh mencuri anjing.

Sugeng mengatakan bahwa kasus tersebut sebaiknya diselesaikan secara restorative justice, setelah adanya masalah saling lapor terkait penelantaran anjing.

"IPW mendorong kasus saling lapor terkait anjing terlantar ini diselesaikan dengan restorative justice," kata Sugeng kepada wartawan, Rabu 6 April 2022.

Menurutnya hal tersebut dilakukan karena yang dituduh mencuri itu adalah kelompok penyayang hewan anjing. "Bahkan (para pecinta anjing) mengeluarkan biaya untuk kesehatan anjing yang terlantar," kata dia.

Lebih lanjut, pada sisi lain, Sugeng mengatakan bahwa sang pemilik anjing juga harus diedukasi agar dapat memelihara dan merawat dengan baik anjing peliharaannya.

Karena sebelumnya, anjing tersebut ditemukan dengan kondisi yang terikat dan seperti ditelantarkan. "Yang diikat tanpa pengawasan pemilik, yang sama saja ditelantarkan," lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan dugaan adanya penjemputan paksa, Sugeng mengatakan polisi harus bertindak sesuai dengan SOP yang berlaku.

"Terkait tindakan Polsek Cipondoh memang harus sesuai SOP, penyelidikan dan penyidikan dengan mengirimkan surat permintaan keterangan lebih dahulu tidak dengan langsung main tangkap," kata dia.

Atas tindakan tersebut, Christine juga melaporkan Kapolsek Cipondoh Kompol Ubaidillah ke Propam. "Propam harus merespon pengaduan masyarakat dan menindak Kapolsek Cipondoh," lanjutnya.

"Kapolsek ini tidak menerapakan Polri Presisi, kalau terbukti tidak profesional harus di copot (jabatannya)," ujar Sugeng.

Sebelumnya Christine mengaku bingung, karena dirinya dituduh melakukan pencurian hewan usai menolong anjing yang terlantar. "Itu saya juga bingung saya kan niatnya cuman nolongin anjingnya terus saya dibilang pencurian saya mintain buktinya dia tunjukin CCTV saya lagi berdiri di pinggir jalan," ujar Christine kepada wartawan, Minggu 3 April 2022.

"Jadi maksudnya bukan di rumah pemiliknya tapi saya berdiri di pekarangan bebas. Ya itu kan berarti semua orang punya hak untuk di situ dong kan bukan rumah pribadi dan saya juga nolongin anjingnya bukan ambil dari rumahnya," lanjutnya.

Tak hanya Kapolsek Cipondoh, Christine juga melaporkan Kanit Reskrim Polsek Cipondoh Ipda Zainal Arifin dan Polwan Suswanti ke Propam, karena dirinya tak memiliki niat sedikitpun mencuri anjing.

Saat itu dirinya mengaku dijemput paksa untuk datang langsung ke Polsek Cipondoh pada 31 Maret 2021 sekitar pukul 12.30 WIB.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Cipondoh Ipda Zainal Arifin membantah jika pihaknya telah melakukan upaya penjemputan paksa, polisi hanya ingin melakukan klarifikasi terhadap Christine.

"Kita ajak ke polsek untuk memediasi klarifikasi gitu lo, tapi tidak mau-mau. Ya polisi jika bisa persuasif ya persuasif. Kita di depan tidak ngapa-ngapain, orangnya juga tidak di jemput toh, dia di rumah," kata Zainal, Minggu 3 April 2022.

Dirinya pun tak mau ambil pusing terkait laporan ke Propam Polres Metro Tangerang Kota dan tetap melakukan penyelidikan kasus kehilangan anjing yang telah dilaporkan.

"Ya itu kan haknya dia lah yang laporin ya silakan. Kita kan melayani masyarakat juga terkait ada pelapor datang ke polsek mengaku kehilangan anjing kemudian kita layani kita lakukan penyelidikan ada rekaman CCTV, ada foto-foto diduga pelaku, itu kan pada saat mengambil anjing itu kan diduga pelaku ini kan tidak minta izin," katanya.

Zainal mengatakan bahwa pihaknya juga akan memanggil Christine untuk klarifikasi dan hingga kini pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi terkait kasus tersebut.

"Ya ada nanti (klarifikasi). Panggilanlah untuk diklarifikasi kalau dia hanya menyampaikan di media begini-begini kita kan polisi belum dikasih. Saksi sih udah empat ini empat orang yang ada di sekitar situ," ujarnya.