IFBC Banner

Viral Puluhan Anjing Tewas di Bali, Doni Herdaru Kasih Pesan Menohok untuk Sandiaga

Minggu, 10 April 2022 – 17:01 WIB

Hewan Anjing

Hewan Anjing

BALI, REQnews - Viral di media sosial terkait dengan kematian masal puluhan anjing di Bali, karena diduga diberi racun oleh perusahaan Holywings yang akan membuka beach club di sekitar Pantai Berawa, Canggu.

Tewasnya puluhan anjing tersebut awalnya diunggah oleh akun @canggucommunity di Instagram, Rabu 30 Maret 2022 lalu. Canggu Community mengunggah tangkap layar mengenai laporan tindakan kriminal di Bali.

Melalui unggahannya itu, tertulis jika banyak anjing-anjing di sekitaran pantai Bali yang ditemukan tewas. Padahal, anjing-anjing tersebut telah disterilisasi, divaksinasi dari rabies hingga diberi makan setiap harinya oleh para relawan.

Menanggapi hal itu, Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa pada kejadian ini, pihaknya meminta agar para pemangku kepentingan di lokasi kejadian melakukan penyelidikan siapa yang melakukan aksi keji tersebut.

"Pihak kepolisian bisa bekerjasama dengan Banjar untuk meminimalisir kejadian ini, yang bisa berpotensi dibawa ke ranah pidana," kata Doni kepada wartawan pada Minggu 10 April 2022.

Perlu diketahui, Banjar merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun terkait dengan siapa pelakunya, Doni mengatakan tak ingin berspekulasi selama belum ada bukti otentik. "Kami tidak mau berspekulasi. Tapi begitu ada kesaksian dan bukti, kami-kami tidak akan tinggal diam dan pasti akan mengambil langkah hukum," kata dia.

"Lalu jika ada anggapan bahwa pada jaman Menparekraf saat ini kalo ada event besar, anjing-anjing sekitar banyak yang mati, seperti di Mandalika contohnya, adalah sesuatu yang bisa saja menjadi opini publik," lanjutnya.

Sehingga, kata Doni, Menparekraf Sandiaga Uno bisa mengontrol dan memberikan acuan bagaimana pariwisata bisa bergandengan dengan lingkungan tanpa harus ada kejadian-kejadian seperti itu.

"Tentunya peracunan dan pemusnahan hewan-hewan yang tidak bersalah ini bisa menjadi sesuatu yang kontraproduktif dengan apa yang dilakukan, dan bisa timbul boikot dari para pecinta hewan dalam dan luar negeri yang bisa berimbas negatif pada pariwisata," ujarnya.

Sebelumnya, tak berselang lama yaitu pada Senin 4 April 2022 lalu, pihak Holywings memberikan klarifikasi atas tudingan tersebut melalui akun Instagram @holywingsindonesia.

"Mengenai berita tragis akhir-akhir ini tentang anjing yang keracunan apakah berkaitan dengan pembangunan Holywings Beach Fest, kami ingin dengan jelas menyampaikan bahwa kami tidak ada kaitannya dengan tuduhan palsu tersebut," kata Holywings.

Pihak Holywings juga mengatakan bahwa mereka akan berusaha untuk menemukan pelaku sebenarnya yang harus bertanggung jawab. "Keluarga Holywings Indonesia adalah pencinta hewan. Holywings Beach Fest akan diselenggarakan ramah bagi hewan, dan akan memberikan area khusus bagi hewan peliharaan," lanjutnya.

Namun, Holywings tidak akan mengambil langkah hukum atas tudingan akun @canggucommunity. Namun, jika informasi palsu terus tersebar, bisa saja pihaknya akan mengambil langkah hukum.

Lebih lanjut, pihak Holywings Indonesia menyatakan sudah 100 persen mengikuti aturan pemerintah di Bali mengenai izin pembangunan Holywings Beach Fest. Holywings pun menegaskan akan transparan kepada semua pihak sehingga terjalin komunikasi yang baik.