IFBC Banner

Viral Diduga Oknum TNI Aniaya Kucing, ADI: POMAL Tolong Periksa!

Minggu, 10 April 2022 – 18:02 WIB

Seorang pria menganiaya kucing (Foto: Tangkapan Layar Video)

Seorang pria menganiaya kucing (Foto: Tangkapan Layar Video)

SORONG, REQnews - Baru-baru ini beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menganiaya seekor kucing yang diduga kelaparan dan hendak memakan burung peliharaan pelaku.

Sontak, aksi itu pun menyulut kemarahan para pecinta hewan termasuk Cat Lovers. Mereka tidak terima atas perlakuan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI berinisial S, yang diduga bertugas di Mako Lantamal XIV Sorong.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat pelaku yang sedang duduk di sebuah halaman bersama dengan seekor kucing dan burung peliharaan. Terdengar dari perekam video mengatakan bahwa sepertinya kucing tersebut sedang kelaparan.

Namun secara tiba-tiba pelaku berinisial S itu memukul kucing tersebut hingga terpental cukup jauh. Kucing berwarna hitam itu pun terlihat tampak kesakitan akibat pukulan tersebut.

"Sakit telinga? mau mati, mau mati," ujar pelaku dalam video tersebut sembari tertawa lepas, dikutip pada Minggu 10 April 2022. Selain itu, beredar juga percakapan antara seorang Cat Lovers, dengan pengunggah video.

Pengunggah tersebut mengaku kesal dengan kucing tersebut yang selalu datang meskipun telah diusir. "Itu sudah kesekian kali datangnya, mungkin lapar dia mau makan burung," katanya.

Ia pun mengaku bahwa tak menyukai hewan kucing. "Maaf ya Cat Lovers, soalnya kucing juga termasuk hewan yang paling tidak saya sukai," lanjutnya.

Pengunggah video pun meminta agar Cat Lovers tersebut bisa mengambil kucingnya, agar terhidar dari kekerasan. "Maaf ya Cat Lovers. Kalau berkenan di bahwa ke rumah aja kucingnya," katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa terulangnya kejadian anggota TNI yang melakukan hal yang tidak patut, menunjukkan belum meratanya kesadaran di masyarakat, baik di masyarakat umum maupun aparat negara.

"Memvideokan gambaran kekerasan pada kucing dan membagikan ke sosial media adalah sesuatu yang bertentangan dengan semangat kita membenahi generasi Indonesia," kata Doni kepada wartawan, Minggu 10 April 2022.

Lebih lanjut, kata dia, aksi tersebut juga mengikis nama Indonesia dari sumber kekerasan pada hewan. "Sebagaimana kita tau, bahwa Indonesia menempati peringkat pertama penghasil dan pengupload konten terkait penyiksaan hewan di dunia, jauh meninggalkan posisi negara-negara lain," lanjut Doni.

Pihaknya pun berharap agar pelaku medapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya itu. "Kita berharap, walau terkesan seperti iseng, tapi ini perlu ada hukuman yang setimpal, sebagai bentuk koreksi dan menjaga citra TNI di masyarakat," ujarnya.

Doni pun meminta agar pelaku dan perekam video perlu diperiksa oleh POMAL setempat, terkait dugaan pelanggaran etik oleh anggotanya.

"Jadi udah memenuhi ketentuan hukum disiplin militer TNI, UU NO 25 tahun 2014 tentang Hukum disiplin Militer. Perbuatan pelaku sudah masuk perbuatan pidana ringan pasal 302 KUHP," katanya.