IFBC Banner

Oknum TNI Diduga Aniaya Kucing di Sorong, POMAL Turun Tangan, Siap-siap Proses Hukum!

Senin, 11 April 2022 – 13:26 WIB

Oknum anggota TNI AL diduga melakukan penganiayaan terhadap seekor kucing diperiksa POMAL pada Senin 11 April 2022

Oknum anggota TNI AL diduga melakukan penganiayaan terhadap seekor kucing diperiksa POMAL pada Senin 11 April 2022

SORONG, REQnews - Polisi Militer Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (POMAL Lantamal) XIV Sorong melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seekor kucing pada Senin 11 April 2022 dini hari.

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari Cat Lovers bernama Karen yang mengetahui aksi pelaku. Selain terhadap terlapor berinisial S, pihak Pomal juga memeriksa pelapor dan sejumlah saksi lainnya seperti Gembala Jemaat GBI Rock MinistryKuda Laut Sorong.

Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa dari malam hingga pukul 07.28 WIT pelaku masih dalam tahap pemeriksaan Pomal. "Pimpinan di POMAL sangat menaruh perhatian dalam hal kekerasan terhadap hewan. Sampe jam 07.28 WIT masih diperiksa," kata Doni kepada wartawan.

Ia pun menyebut bahwa Dandenpomal sudah berkomunikasi dengan Danlantamal dan meminta agar pelaku diproses sesuai hukum. "Proses masih berjalan. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan pihak Denpomal. Danlantamal pun memberikan instruksi agar pelaku diproses secara hukum," lanjutnya.

Doni pun mengapresiasi pihak Pomal yang telah bergerak cepat memeriksa pelaku kekerasan pada kucing di Sorong. "Sesuatu yang memenuhi rasa keadilan masyarakat dan semoga menjadi pembelajaran buat semua," katanya.

Menurutnya, perilaku tersebut merupakan ulah indovidual, tidak terkait dengan institusi. Namun, kata dia, respons cepat ini adalah bukti bahwa tidak ada tempat di TNI untuk pelanggaran bagi anggota, termasuk mengenai kekerasan pada hewan.

"Kita semua perlu menjaga marwah yang melekat pada kita semua, dengan berperilaku baik, termasuk kepada hewan. Siapapun kita, semua lapisan masyarakat," ujar Doni.

Sebelumnya pelaku S itu tak terima ketika aksi penganiayaan tersebut diunggah ke media sosial dan menjadi perhatian publik. Bahkan, ia sempat mendatangi gereja di mana pelapor bernama Karen berada. 

Saat itu, dirinya mendatangi Karen yang sedang memberikan pelayanan di Gereja, pelaku pun berteriak-teriak dan menggenggu Karen agar unggahan tersebut di hapus. Setelah kejadian itu, Karen pun kemudian melaporkan pelaku S ke Pomal Sorong.

Diketahui, baru-baru ini beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menganiaya seekor kucing yang diduga kelaparan dan hendak memakan burung peliharaan pelaku.

Sontak, aksi itu pun menyulut kemarahan para pecinta hewan termasuk Cat Lovers. Mereka tidak terima atas perlakuan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI berinisial S, yang diduga bertugas di Mako Lantamal XIV Sorong.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat pelaku yang sedang duduk di sebuah halaman bersama dengan seekor kucing dan burung peliharaan. Terdengar dari perekam video mengatakan bahwa sepertinya kucing tersebut sedang kelaparan.

Namun secara tiba-tiba pelaku berinisial S itu memukul kucing tersebut hingga terpental cukup jauh. Kucing berwarna hitam itu pun terlihat tampak kesakitan akibat pukulan tersebut.

"Sakit telinga? mau mati, mau mati," ujar pelaku dalam video tersebut sembari tertawa lepas, dikutip pada Minggu 10 April 2022. Selain itu, beredar juga percakapan antara seorang Cat Lovers, dengan pengunggah video.

Pengunggah tersebut mengaku kesal dengan kucing tersebut yang selalu datang meskipun telah diusir. "Itu sudah kesekian kali datangnya, mungkin lapar dia mau makan burung," katanya.

Ia pun mengaku bahwa tak menyukai hewan kucing. "Maaf ya Cat Lovers, soalnya kucing juga termasuk hewan yang paling tidak saya sukai," lanjutnya.

Pengunggah video pun meminta agar Cat Lovers tersebut bisa mengambil kucingnya, agar terhidar dari kekerasan. "Maaf ya Cat Lovers. Kalau berkenan di bahwa ke rumah aja kucingnya," katanya.