IFBC Banner

Berkas Perkara Lengkap! Tersangka Pembunuh Anjing Foni Segera Diadili

Sabtu, 04 Juni 2022 – 17:45 WIB

Bangkai anjing Foni di Ambon (Foto: Dokumentasi pribadi Adriana)

Bangkai anjing Foni di Ambon (Foto: Dokumentasi pribadi Adriana)

AMBON, REQnews - Tersangka kasus dugaan pembunuhan seekor anjing Foni bernama Roy di Perumtel Kayu Tiga, Desa Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon segera diadili.

Faksi Septian Mahargita selaku kuasa hukum pelapor dan juga pemilik anjing bernama Adriana mengatakan kasus tersebut dinyatakan P21 atau berkas perkara hasil penyidikan sudah lengkap.

"Iya betul sudah P21 per tanggal 19 Mei 2022. Informasi terbaru, hari Jum'at tanggal 3 Juni 2022 tersangka beserta alat bukti sudah dilimpahka ke Kejaksaan," kata Faksi kepada wartawan, Sabtu 4 Juni 2022.

Artinya, kata dia, tinggal menunggu waktu sidang perdananya. Ia mengatakan bahwa kemungkinan dalam kurun waktu 7-14 hari ada informasi terbaru untuk sidang perdananya.

Dengan dilanjutkannya perkara penganiayaan hewan ini, kata dia, telah membawa kepastian hukum bukan hanya kepada orang sebagai subjek hukum saja, melainkan kepada hewan-hewan juga termasuk sebagai subjek hukum yang memiliki hak hukum sama.

"Kami berterima kasih kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Ambon yang telah melakukan penahanan terhadap tersangka yang mana hal tersebut pasti akan memberikan efek jera terhadap tersangka agar tidak melakukan kekerasan terhadap hewan," kata dia.

Menurutnya, dengan dilakukan penahanan tersebut, sebagai contoh bahwa penegakan hukum terhadap kekerasan hewan juga harus di terapkan sebagaimana mestinya walaupun ancaman hukumannya rendah.

Sementara Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona yang juga turut mengawal kasus tersebut mengatakan bahwa pihaknya juga menerima informasi jika kasus tersebut sudah masuk tahap 2.

"Saya mendapat info dari korban/pelapor, bahwa sudah tahap 2. Tapi belum ada info soal kapan jadwal sidangnya. Saya cek di situs SIPP Kota Ambon juga belum muncul. Semoga segera ada jadwalnya," kata Doni.

Doni pun berharap agar semua proses berjalan transparan dan sebagaimana mestinya, agar keadilan bagi Foni dan pemiliknya, bisa ditegakkan. "Ini merupakan tonggak pertama untuk wilayah Indonesia Timur, terkait dengan perundangan perlindungan hewan," kata dia.