IFBC Banner

Tanboy Kun vs Irfan Hakim, Tuhu Nugraha Ingatkan Etika dalam Kolaborasi Konten

Senin, 20 Juni 2022 – 14:32 WIB

Konten Irfan Hakim dan Tanboy makan keripik level 5 juta

Konten Irfan Hakim dan Tanboy makan keripik level 5 juta

JAKARTA, REQnews - Belakangan ini perseteruan antara Irfan Hakim dan Bara Ilham alias Tanboy Kun sedang menjadi sorotan, usai challenge makan keripik pedas level 5 juta.

Akibat memakan keripik super pedas itu, Irfan Hakim sampai harus dilarikan ke UGD.

Awalnya, mereka bertemu di suatu acara yang mengundang para YouTuber dan merencanakan untuk membuat konten kolaborasi. Dalam YouTube deHakims Story, Tanboy Kun mengikuti challenge mukbang salad bersama kura-kura raksasa.

Sementara Tanboy Kun saat itu merahasiakan challenge yang akan mereka lakukan di YouTube miliknya. Ternyata Irfan dan tim ditantang dengan makan keripik Makiq One Chip Challenge dan satu sendok saos Mad Dog level 5 juta.

Namun, Irfan dan tim tidak berhasil menyelesaikan challenge, karena belum sampai 5 menit mereka mulai merasakan sakit di bagian perut. Meski sudah minum susu hingga air mineral, mereka tetap masih merasa sakit hingga dilarikan ke UGD.

Keduanya sempat berseteru, setelah Irfan Hakim menyinggung persoalan ini secara terbuka. Tanboy Kun kemudian menyambangi kediaman sang presenter kondang, meminta maaf dan berujung damai.

Menanggapi permasalahan tersebut, Konsultan Bisnis Digital dan Metaverse Tuhu Nugraha mengatakan jika dalam membuat konten, seorang konten kreator harus melakukan diskusi dan mitigasi risiko. Seperti tingkat bahayanya bagi kreator, penonton, kemudian potensi pelanggaran hukum, hingga potensi menimbulkan keresahan masyarakat.

"Etikanya memang harus ada diskusi dan mitigasi risiko ya, apakah akan membahayakan yang terlibat? Apakah akan membahayakan bagi yang menonton? Apakah ada potensi pelanggaran hukum? Apakah ada potensi menimbulkan keresahan masyarakat?," kata Tuhu kepada wartawan, Minggu 19 Juni 2022.

"Saat ini banyak sekali konten yang framing berpikirnya lebih kepada bagaimana menjadi viral dan menghasilkan pendapatan. Tapi mungkin terlewat dalam pertimbangan terkait dampaknya bagi penonton, reputasi mereka sebagai pembuat konten di masa depan dll," ujar Tuhu.

Menurutnya hal tersebut dilakukan para konten kreator demi mengejar target konten yang bisa merebut hati para penontonnya. "Karena semuanya dikejar-kejar target, untuk bisa lebih kreatif dan inovatif memperebutkan perhatian audiens," kata dia.

Sehingga untuk itu, Tuhu mengatakan jika perlu adanya asosiasi untuk mengawasi hak dan kewajiban konten kreator, yang bertujuan melindungi para pelaku dalam industri tersebut.

Kalau tidak, lanjutnya, makin lama akan makin ekstrim dan bisa membahayakan diri sendiri, bahkan membahayakan penontonnya. "Terbayang ngga, orang jadi terinspirasi juga makan (saus) level 5 juta itu, dan ternyata tidak kuat, dan ngga ada disclaimer dll. Maka bisa memakan korban," ujar Tuhu.

Tuhu menyebut bahwa sebagai seorang konten kreator, mereka juga kan punya tanggungjawab sosial, bukan hanya menghasilkan uang. "Sekarang perusahaan aja diminta social responsibility, apalagi mereka sebagai figur yang jadi acuan dan panutan publik," ujarnya.

Sebelumnya, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology hepatologi, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH mengatakan jika pada saluran pencernaan terdapat beberapa zat yang dapat merangsang saraf.

Sehingga dengan mengkonsumsi makanan terlalu pedas, bisa mengakibatkan kerusakan pada sel-sel saluran pencernaan tersebut. “Dan kadang-kadang tidak hanya merangsang sarafnya saja, tapi juga berakibat pada kerusakan sel-sel di saluran pencernaan tersebut, tergantung apa yang dimakan,” kata dr Rino.

Selain itu, menurutnya sel-sel lambung juga dapat mengalami kerusakan dan berakibat mengelupasnya sel-sel pada lambung hingga terjadi luka. “Ini jelas bisa timbul oleh karena zat-zat tersebut. Saya tidak terlalu jelas kandungan dari zat (di keripik) yang dimakan (Irfan Hakim) tersebut apa," kata dia.

"Tapi kalau liat reaksinya sampai demikian hebat, keliatannya zat ini memang dapat merusak sel-sel di saluran pencernaan. Sehingga berakibat nyeri atau panas yang hebat,” lanjutnya.

Menurutnya, adanya reaksi pingsan yang dialami oleh salah satu kru Irfan, sangat memungkinkan telah terjadi akibat rasa nyeri yang dirasakan usai konsumsi keripik tersebut.

Ia pun menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas untuk menghindari dampak-dampak lainnya, serta sebaiknya mengkonsumsi makanan dalam batas normal.