IFBC Banner

Sidang Perdana Kasus Anjing Foni, Pelaku Akui Lakukan Tindakan Sadis Ini

Selasa, 21 Juni 2022 – 11:32 WIB

Hakim dalam persidangan (Foto: Ilustrasi)

Hakim dalam persidangan (Foto: Ilustrasi)

AMBON, REQnews - Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, terdakwa bernama Roy mengakui telah melakukan pembacokan berkali-kali terhadap anjing Foni hingga menyebabkan anjing berusia 14 tahun itu tewas.

Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona yang juga hadir dalam persidangan mengatakan jika sidang perdana kasus pembunuhan anjing Foni dilakukan di Pengadilan Negeri Ambon, pada Senin 20 Juni 2022 sekitar pukul 10.30 WIT.

Ia mengatakan bahwa dua dari tiga saksi hadir dalam persidangan, mereka adalah Adriana yang merupakan pemilik anjing Foni dan Viktor yaitu suami Adriana.

"Saksi kunci lainnya, ketua RT berinisial HR, tidak hadir," kata Doni kepada wartawan.

Doni menyebut jika semua saksi sudah menghadiri dan melewati pemeriksaan/BAP polisi, serta diundang hari ini untuk hadir memberikan kesaksian di persidangan.

Selain itu, terdakwa bernama Roy juga dihadirkan dalam persidangan dan telah diperiksa oleh majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Terdakwa mengakui semua kelakuannya, termasuk pembacokan berkali-kali dan mengakui dalam pengaruh miras setelah minum-minum bersama teman-temannya," kata Doni.

Bahkan ia menyebut jika majelis hakim baru tau di persidangan jika terdapat ada barang-barang yang rusak milik Adriana, namun tak masuk dalam dakwaan.

"Seperti TV yang pecah akibat lemparan batu pelaku saat kejadian, dan ini tidak masuk di dakwaan tentang perusakan properti," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ketua ADI itu mengatakan jika dua hakim anggota, beberapa kali menitikberatkan tentang aktivitas terdakwa yang minum-minuman keras dan membuat onar.

Namun Doni mengungkap jika sebelumnya kasus dengan nomor perkara 187/pid.sus/2022/pn.amb tidak muncul di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIP).

Sehingga menurutnya, transparansi agenda sidang dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan anjing yang diketahui sedang hamil itu sedikit terhambat.

"Transparansi kapan jadwal sidang dan agenda sidang, terhambat," lanjutnya.

Sidang tersebut pun selesai pada pukul 11.00 WIT dan ditunda hingga pekan depan pada Senin 27 Juni 2022 dengan agenda pembacaan tuntutan.