IFBC Banner

Sidang Vonis Terdakwa Pembunuh Anjing Foni Ditunda Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum: Sangat Tidak Lazim!

Rabu, 06 Juli 2022 – 15:52 WIB

Hakim dalam persidangan (Foto: Ilustrasi)

Hakim dalam persidangan (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Sidang vonis terdakwa kasus pembunuhan anjing Foni bernama Roy ditunda selama dua minggu ke depan tanpa adanya kejelasan, padahal sebelumnya persidangan dijadwalkan pada Senin 4 Juli 2022.

IFBC Banner


Faksi Septian Mahargita selaku Kuasa Hukum Adriana pemilik anjing Foni mengatakan bahwa pihaknya telah menunggu untuk hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, namun persidangan ditunda tanpa adanya pembukaan sidang.

"Hal ini sangat tidak lazim karna menurut Pasal 153 ayat (3) KUHAP, ketua majelis hakim untuk keperluan pemeriksaan wajib membuka sidang dan dinyatakan terbuka untuk umum," kata Faksi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 6 Juli 2022.

Tapi faktanya, kata dia, pada saat pihaknya menunggu jadwal sidang yang sudah ditetapkan, ternyata sidangnya ditunda tanpa dibuka terlebih dahulu dan tanpa adanya alasan yang jelas dari majelis hakim.

"Pemeriksa secara langsung disidang terbuka untuk umum malah disampaikan melalui panitera dengan alasan vonis belum lengkap. Agenda sidang selanjutnya menurut informasi dari panitera sekitar 2 minggu lagi (sidang selanjutnya)," ujarnya.

Untuk langkah selanjutnya, Faksi mengatakan akan menulis surat untuk ketua pengadilan dan meminta penjelasan mengenai alasan sidang ditunda tanpa membuka sidang terlebih dahulu, hanya melalui panitera.

Sementara Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru yang juga hadir di PN Ambon mengatakan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada PTSP PN Ambon terkait adanya sidang dengan nomor perkara 187/pid.sus/2022/pn.amb.

"Karena setelah beberapa jam, belum ada kejelasan, kami pun menanyakan ke PTSP PN Ambon apakah benar ada sidang dengan no perkara terkait. Dijawab benar ada, tapi gak bisa dipastikan jam berapa," kata Doni.

Bersama dengan Adriana dan suaminya yaitu Victor, Tim ADI terus menunggu informasi terkait dengan jalannya persidangan. Namun Doni mengatakan hingga pukul 15.00 WIT tak kunjung ada kabar.

"Bu Adriana bertanya ke PTSP, dan dijawab suruh tunggu. Setelah didesak, akhirnya PTSP bertanya ke Panitera. Panitera jawab, bahwa sidang ditunda 2 minggu ke depan karena vonis belum siap," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa persidangan ditunda tanpa melewati sidang dan tanpa pemberitahuan kepada pihak-pihak yang terkait serta tidak diumumkan melalui apapun.

"Termasuk SIPP PN Ambon masih belum muncul nomer perkara terkait, hingga saat ini, sehingga publik tidak bisa melihat kapan jadwal sidang dan transparansi agenda," kata dia.

Lebih lanjut, Doni mengungkap bahwa dalam dakwaannya, terdakwa hanya didakwa hukuman penjara selama 3 bulan. Sementara pelaku dalam melancarkan aksinya juga melakukan pengerusakan barang-barang milik Adriana.

"Padahal, anjing dimaksud sampai mati, dalam kondisi hamil, dan pelaku dalam pengaruh miras, serta merusak properti korban. Harusnya, kalo dipakai Pasal 302 ini, dikenakan maksimal ya menurut saya," katanya.

Terkait masalah tersebut, Doni pun mengungkap akan melaporkannya kepada Komisi Yudisial (KY). "Kami berencana mencari tau cara pelaporan ke KY terkait majelis hakim ini, dan masih cari tau nama majelis hakimnya," tambahnya.

Namun dari sisi lain, pihaknya pun mengapresiasi kinerja Polsek Sirimau dan Polresta Pulau Ambon atas penanganan kasus tersebut sehingga bisa dilimpahkan dan bersidang.

Pihaknya pun berharap agar upaya bersama tersebut, bisa menjaga negeri tercinta ini dari kasus penganiayaan hewan dan bisa makimal hingga persidangan.

"Agar persidangan ini transparan dan bisa diawasi bersama-sama oleh publik dan tidak seperti main kucing-kucingan," ujar Doni.