Said Assagaff : Pariwisata Maluku memang Harus Unik dan Punya Positioning

Rabu, 06 Maret 2019 – 16:00 WIB

Gubernur Maluku periode 2014-2019, Ir Said Assagaff (Foto-foto : Humas Pemprov Maluku)

Gubernur Maluku periode 2014-2019, Ir Said Assagaff (Foto-foto : Humas Pemprov Maluku)

Ir Said Assagaff kalah dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku pada 2018 lalu dan karena itu ia mengakhiri masa baktinya sebagai Gubernur Maluku pada Maret 2019 ini. Selanjutnya Murad Ismail sebagai pemenang, mulai menjabat Maret 2019 ini untuk lima tahun ke depan.

Pada awal Maret 2019, REQnews berjumpa dan wawancara singkat dengan Said Assagaff di kediaman keluarganya di Cipete, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan kilas balik pemerintahannya, tentang aktivitasnya setelah “pensiun” dari jabatan gubernur Maluku dan pesannya untuk pemimpin baru Provinsi Maluku. Berikut petikan wawancaranya:

Apa saja capaian dan prestasi Bapak selama lima tahun ini sebagai Gubernur Maluku?

Tentu saja masyarakat yang bisa menilai. Tetapi saya sendiri perlu jelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku sekarang ini mencapai 6,31%. Angka pengangguran turun menjadi 7% dari sebelumnya berkisar 10%. Aspek pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan juga meningkat. Yang juga naik adalah indeks harapan hidup meningkat. Ada banyak capaian lainnya.


Bagaimana dengan toleransi umat beragama dan kehidupan sosial kemasyarakatan?

Maluku aman dan tenteram. Kita di Maluku memang memiliki budaya kekeluargaan yang tinggi dan masyarakat Maluku sangat cinta damai. Toleransi kita sangat bagus. Jalinan masyarakat antara suku, agama, ras dan berbagai golongan juga bagus. Sebagai pemimpin saya harus selalu memastikan dan menyerukan kepada seluruh elemen untuk menjaga kekeluargaan kita sebagai keluarga besar Maluku. Kami sendiri di pemerintahan memiliki hubungan baik dengan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. Silaturahmi dan dialog selalu dilakukan.

Bagaimana dengan pariwisata? Pariwisata Maluku dianggap tertinggal padahal memiliki potensi.

Benar bahwa Maluku memiliki potensi pariwisata, tidak hanya alam, tetapi Maluku juga memiliki potensi wisata sejarah dan budaya bahkan wisata buatan. Kami di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten dan kota, masing-masing memiliki usaha dan perjuangan termasuk berbagai program untuk kemajuan pariwisata. Kami telah banyak memperbaiki potensi dan obyek wisata yang ada. Namun kami akui ada sejumlah kendala. Dalam bidang pemasaran sebenarnya sudah jalan, kami sudah pasarkan hingga ke luar negeri dan dalam negeri tentunya. Kami selalu berusaha untuk menyelenggarakan berbagai event nasional dan tingkat internasional di Maluku dan di Ambon khususnya. Sudah beberapa kali ada penyelenggaraan event nasional di Ambon dan beberapa event internasional. Kami melakukan berbagai cara dan jalan untuk pariwisata ini, tetapi kami masih memiliki kendala, di antaranya di bidang aksesibilitas. Selain harga tiket pesawat yang masih relatif mahal, akses pesawat dari sejumlah daerah wisata utama seperti Bali ke Ambon, masih belum berhasil. Kenapa Bali karena ini adalah daerah pariwisata utama di Indonesia maka kita merasa penting sekali untuk bisa mengangkut wisatawan asing dan domestik dari Bali ke Maluku. Kami sebenarnya sudah minta kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, ke Garuda, ke maskapai penerbangan lainnya, tetapi belum ada hasilnya.

Bagaimana dengan akses perhubungan udara dari daerah lain dan bagaimana dengan luar negeri?

Kami sudah berusaha untuk berbagai kemungkinan akses perhubungan udara dari daerah lainnya yang belum ada jalur pesawatnya ke Ambon atau sebaliknya, termasuk dari luar negeri misalnya dari Australia, Singapura, tetapi bandara kita juga kan harus siap dan bandara kita memang akan dikembangkan.

Kendala lainnya, wilayah Provinsi Maluku ini sebagian besar terdiri dari lautan dan daratannya tidak sampai 10%. Konektivitas kapal laut dan pesawat udara dari Ambon ke daerah dan sebaliknya juga dari daerah ke Ambon, masih susah. Perhubungan laut dan udara untuk sejumlah daerah memang sudah bagus tetapi perlu ditingkatkan lagi terutama dari segi kuantitas dan kecepatannya termasuk fasilitas seperti perluasan bandara dan pengembangan dermaga termasuk kapal laut dan pesawatnya.

Salah satu event internasional di Maluku pada tahun 2017, Tour de Molvccas (TdM)

Pakar marketing Indonesia Hermawan Kertajaya pernah mengusulkan agar Maluku fokus saja di bidang pengembangan wisata musik dan budaya karena ini menjadi salah satu andalan atau icon Maluku.

Betul sekali. Untuk kota Ambon ini cocok dan kita sudah jadikan kota Ambon sebagai kota musik di Indonesia dan maunya ke depan itu (jadi salah satu) kota musik dunia. Kita memiliki potensi itu dan Maluku ini memang gudangnya musisi nasional. Musisi lokal di Ambon dan kota lainnya juga banyak. Banyak anak muda yang potensial. Ini harus kita jaga dan pupuk. Pemerintah Kota Ambon juga sudah mencanangkan itu dan kami dari Pemerintah Provinsi Maluku selama ini men-supportnya. Selama ini kami selalu support kota Ambon untuk bisa menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) di bidang musik. Memang yang harus kita perbaiki dan perlu tingkatkan adalah ya balik lagi dukungan perhubungan, akomodasi seperti hotel, sarana seperti gedung convention dan jika perlu kita punya gedung kesenian tersendiri. Saya yakin memang pergelaran musik nasional hingga internasional di kota Ambon bisa mendatangkan banyak massa dari luar daerah dan dari luar negeri hingga ribuan orang. Yang semacam ini kan memiliki efek domino atau pengaruh positif bagi obyek wisata kita yang lainnya di Maluku. Saya setuju bahwa pariwisata Maluku harus unik dan harus punya positioning tersendiri sebab kalau kita ikut daerah lainnya kita kalah bersaing.

Said Assagaff dan istri Retty Assagaff

Kita kembali ke belakang tentang kekalahan Bapak dalam Pilgub yang lalu. Kok bisa kalah ya Pak?

Saya kira semuanya sudah bekerja maksimal. Masyarakat telah mengenal saya secara baik sebab saya memiliki pengalaman dalam bidang birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Dan saya kira karena faktor X.

Apa itu faktor X?

Saya juga kurang memahami dengan hal tersebut. Saya kira wartawan punya data dan analisis tersendiri soal itu.

Bagaimana hasil evaluasi dari tim Bapak tentang kegagalan ini?

Saya kira kekalahan ini disebabkan oleh kurang optimalnya kinerja dari tim pemenangan saya yang terdiri dari sejumlah kepala daerah.

Apa maksud Bapak?

Ada kepala daerah (bupati) yang tadinya mendukung saya ternyata kemudian tidak mendukung saya.

Seberapa besar memang pengaruh bupati tersebut?

Tentu saja ada pengaruhnya.

Lalu apa rencana Bapak selanjutnya?

Ya saya paling istirahat dan kembali melihat peluang serta memiliki kesempatan untuk semakin dekat dengan keluarga.

Bapak kan masih aktif sebagai Ketua DPD Golkar Maluku?

Oh iya pasti. Saya masih menjabat ketua DPD Golkar Maluku. Dengan begini saya makin punya banyak waktu untuk partai. Partai harus berkembang. Kami juga masih berjuang dan fokus untuk pemilihan presiden-wakil presiden dan pemilihan legislatif. Untuk Pilpres, saya optimistis sekali karena Pak Jokowi sudah banyak memberikan kontribusinya untuk Maluku. Warga Maluku anggap Pak Jokowi peduli sekali terhadap kemajuan Indonesia Timur terutama Maluku. Kepeduliannya terbukti dengan berkali-kali beliau mengunjungi Maluku dan langsung action, langsung kerja, langsung cek ke lapangan dan langsung ambil keputusan.


Lazimnya para pejabat atau orang yang hendak melepaskan jabatan, pekerjaan penting, kehilangan pengasilan dan semacamnya akan mengalami post power syndrome? Bagaimana Bapak mengatasi ini?

Buat saya, tidak ada masalah. Saya sudah terlatih. Keiklasan dan ketulusan itu penting dan harus selalu ada pikiran positif. Saya sudah meraih segalanya. Saya memulai karir sebagai pegawai negeri atau birokrat dari nol, saya pernah jadi staf biasa, kepala seksi, kepala bagian, kepala dinas, kepala badan, Sekda Provinsi Maluku, pernah jadi Wakil Gubernur Maluku hingga menjadi Gubernur Maluku. Ini yang mungkin sulit diperoleh oleh yang lainnya. Jadi saya harus mensyukuri itu semua. Allah SWT sudah luar biasa beri saya segalanya seperti yang sudah saya raih selama ini. Toh selama ini saya juga hanya bisa kerja saja dan saya tidak punya beban.

Bapak masih memiliki peluang untuk menjadi calon gubernur setelah lima tahun mendatang?

Saya kira hidup saya sudah luar biasa seperti yang tadi telah saya sampaikan. Semuanya datang dari Allah SWT. Kita tidak tahu hidup kita ke depannya. Kita jalani saja. Sekarang saya nikmati hidup yang lebih bebas, punya waktu banyak untuk keluarga. Saya bisa bebas mengatur hidup saya. Tetapi saya tidak akan berhenti mengabdi untuk Maluku. Banyak cara dan jalan untuk melakukannya.

Apa kunci keberhasilan Bapak selama ini dan bagaimana Bapak dapat menjaga kesehatan?

Saya jalani semua apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, saya bahagia kalau bisa bertemu masyarakat. Saya tidak mau ambisi yang berlebihan dan prinsip saya sederhana saja dan hidup sederhana. Saya juga berusaha untuk selalu makan teratur, rajin berolahraga, istirahat tepat waktu dan jalani pola hidup sehat saja.

Apa pesan dan harapan Bapak untuk Pak Murad Ismail dan Pak Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru.

Selamat menjalankan tugas dan melayani masyarakat Maluku. Bekerja lebih keras lagi untuk memajukan Maluku.

(*/Ris/Bos)