Skandal Garuda, Pakar: Tindakan Ari Askhara Sungguh Memalukan!

Minggu, 08 Desember 2019 – 04:00 WIB

Direktur Utama Garuda Indonesia non aktif Ari Askhara (istimewa)

Direktur Utama Garuda Indonesia non aktif Ari Askhara (istimewa)

JAKARTA, REQnews – Ternyata prilaku buruk Direktur Garuda Indonesia non aktif Ari Askhara bukan cuma soal penyelundupan Harley dan sepeda Brompton. Ia juga diduga memiliki hubungan terlarang dengan pramugarinya yang disebut-sebut berinisial PNR.

Bahkan di era kepemimpinannya, Ari juga diduga terlibat dalam skandal kartel tiket pesawat, mendikte pasar dan mempermainkan harga kargo.

Menanggapi hal tersebut Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan, perilaku Ari ini sungguh memalukan manajemen Garuda dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Selain akan diproses secara hukum jika terbukti ada unsur pidana, ia juga harus mengakui kesalahannya dan minta maaf kepada seluruh manajemen Garuda Indonesia, kepada para pemegang saham dan masyarakat Indonesia,” katanya, Jumat 6 Desember 2019.  

Kata Emrus, sejumlah skandal yang dilakukan Ari, layaknya fenomena gunung es. Di mana yang muncul ke permukaan baru beberapa kasus saja. “Pihak bea cukai dan kepolisian harus mengusut lebih jauh soal dugaan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Bahkan bisa jadi pintu masuk untuk cek status kepemilikan para pengguna Harley di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya sumber REQnews menduga bahwa ada indikasi ‘pasang badan’ yang dilakukan oleh manajemen Garuda atas semua kebobrokan Ari selama ini. Namun, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan saat dihubungi tak merespon sama sekali. Bahkan hingga berita ini ditulis, Ikhsan tetap memilih bungkam.

Hal ini lantas dinilai Emrus sebagai tindakan yang keliru. Kata dia, Seharusnya Ikhsan memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada. Bila perlu harus konferensi pers setiap hari, agar publik bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang persoalan itu.

“Jangan karena mentang-mentang statusnya Dirut, maka terkesan diberi perlindungan atas kelakuan-kelakuan buruknya. Tidak boleh demikian. Karena siapa pun yang bekerja dalam Garuda Indonesia, baik dari jajaran atas hingga bawah sekalipun harus diperlakukan sama,” katanya.

 Seperti diketahui, pada 17 Desember lalu pihak bea cukai berhasil membongkar kasus penyelundupan di atas pesawat baru Garuda Indonesia yang baru didatangkan dari pabrik Airbus di Prancis. Barang yang berhasil disita adalah sparepart Harley Davidson, dua unit sepeda Brompton dan 15 dus sparepart.

Kerugian yang ditimbulkan dari penyelundupan ini diperkirakan sekitar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar. Aksi tak terpuji ini akhirnya berujung pada pemecatan Ari Askhara dari kursi kepemimpinan Garuda Indonesia. (Binsasi)