Demi Dapat Mahar Ternak, Ayah Nikahkan Anak 12 Tahun dengan Pria 51 Tahun
NAROK, REQNews - Seorang anak perempuan 12 tahun berhasil diselamatkan organisasi perlindungan hak anak internasional setelah mengalami pernikahan paksa oleh orang tuanya. Dia dipaksa menikah oleh ayahnya agar bisa mendapatkan mahar ternak dari pria tua yang menikahi anaknya.
Anak perempuan itu tinggal di Desa Narok, sebelah barat Nairobi, ibu kota Kenya, dia didesak sang ayah untuk menikah dengan pria yang umurnya 51 tahun.
Tak berselang lama dari hari pernikahan, si anak diketahui melarikan diri dan menikah lagi dengan pria berusia 35 tahun sebelum ditemukan oleh otoritas pemerintah serta organisasi perlindungan hak anak.
"Saya melarikan diri setelah tidak diperbolehkan kembali ke rumah ayah saya. Kemudian saya kawin lari dengan seorang pria berusia 35 tahun," demikian pengakuan anak perempuan tersebut, dikutip dari BBC, Kamis, 16 Juli 2020.
Ini bukan fenomena baru di Kenya, meskipun di negara tersebut undang-undang menyatakan pernikahan anak di bawah 18 tahun sebagai tindakan kriminal.
Joshua Kaputah dari Narok County Peace Association mengatakan mayoritas pernikahan di bawah umur terjadi akibat desakan orang tua, seperti yang terjadi pada kasus tersebut. Masih banyak orang tua di wilayah miskin Kenya menjadikan anak perempuannya "sebagai alat tukar" mendapatkan keperluan sehari-hari.
Pernikahan di bawah umur merupakan isu yang tak bisa lepas dari kebiasaan Suku Maasai yang mendiami Desa Narok. Anak-anak perempuan Maasai kerap dicari oleh pria dewasa untuk dinikahi dan dijadikan ibu rumah tangga.
Kebiasaan itu dimanfaatkan para orang tua untuk meminta pertukaran dengan hewan ternak yang bisa berupa sejumlah sapi atau kambing.
Polisi sampai sekarang masih mencari orang tua dan dua pria yang sudah menikahi anak perempuan tersebut. Mereka diduga berupaya sembunyi.
Jika terbukti bersalah oleh pengadilan, mereka terancam hukuman penjara sampai lima tahun dan atau membayar denda hingga 1 juta shilling Kenya (Rp146 juta).
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.