REQNews.com

Brutal! Anggota TNI di Medan Dikeroyok 20 Anggota Geng Motor hingga Alami Penusukan

News

Monday, 05 August 2024 - 13:10

Pengeroyokan (Foto:Istimewa)Pengeroyokan (Foto:Istimewa)

MEDAN, REQNews  Anggota TNI Prada D di Medan dianiaya hingga babak belur oleh geng motor hingga mengalami luka bacok.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Marbun membenarkan peristiwa penganiayaan pada seorang anggota TNI tersebut.

Dalam kejadian tersebut rekan Prada D berhasil mengamankan beberapa pelaku dan diserahkan ke Polrestabes Medan.

Teddy menuturkan pihaknya masih memburu para pelaku lainnya yang ikut menganiaya Prada D.

"Lagi didalami (pengejaran para pelaku lainnya), nanti dikabarkan," ujar Kombes Pol Teddy Marbun, Senin 5 Agustus 2024.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu subuh, 4 Agustus 2024, sekitar 03.45 WIB.

Pada saat kejadian, korban bersama 8 orang rekannya hendak membeli makanan di warung, Jalan Guru Patimpus, Kota Medan usai tugas atau piket. 

Tak lama kemudian, datang gerombolan geng motor berjumlah sekitar 20 orang. Pelaku mengendarai dua mobil dan 5 unit sepeda motor.

Tanpa alasan jelas, para pelaku yang diduga masih berusia muda itu coba mencari lawan pada malam itu. Para pelaku pun menghampiri prajurit TNI yang berasal Yonif 100/PS. 

Sempat terjadi cekcok adu mulut antara prajurit TNI dan kawanan geng motor. Korban sempat memberitahu bahwa mereka adalah anggota TNI. Namun, korban tak dihiraukan. Pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan memakai senjata tajam atau sajam untuk membacok Prada D.

"Kami anggota TNI," kata Prada D.

Seorang anggota geng motor dengan menantang korban. "Kenapa rupanya?, kalau kalian anggota," ujar pelaku.

Imbas penganiayaan tersebut, Prada D mengalami luka serius di bagian kepala, pelipis mata sebelah kiri. Korban babak belur di bagian mata, luka pada tangan dan luka tusuk di bagian Paha.

Prada D yang babak belur pun langsung dilarikan rekannya ke Rumah Sakit Putri Hijau untuk mendapatkan pertolongan medis

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.