REQNews.com

KPK Periksa Anak Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi

News

Thursday, 11 June 2020 - 17:02

Eks Sekretaris Mahkamah Agung NurhadiEks Sekretaris MA Nurhadi (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Rizqi Aulia Rahmi, Anak dari eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di MA pada 2011 hingga 2016.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HSO (Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020.

KPK juga memanggil seorang wiraswasta Hanjaya Adikarjo. Namun, KPK belum membeberkan keterlibatan kedua saksi dalam kasus rasuah tersebut.

Lembaga Antirasuah terus mendalami keterlibatan orang-orang di sekitar Nurhadi.

Dalam kasus ini Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Hiendra Soenjoto lewat menantunya, Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.

Nurhadi juga diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sempat buron sejak Februari 2020, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono ditangkap pada Rabu, 2 Juni 2020.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.