Rumah Dikepung TNI-Polri, Pasien Covid-19 di Aceh Akhirnya Menyerah

Sabtu, 01 Agustus 2020 – 18:33 WIB

Covid-19 (Foto:Istimewa)

Covid-19 (Foto:Istimewa)

ACEH BARAT, REQNews - Sebuah rumah di Kabupaten Aceh Barat, dikepung petugas gabungan TNI/Polri bersenjata lengkap. TNI dan Polisi terpaksa turun tangan lantaran empat orang penghuninya positif Covid-19 dan tak mau dievakuasi ke rumah sakit.

Setelah dikepung empat jam lebih, akhirnya satu keluarga di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh itu berhasil dievakuasi.

Pasien yang datang dari Jakarta Timur ini mengamuk saat hendak dijemput petugas. Pasien tidak percaya dengan hasil swab dirinya yang dinyatakan positif Covid-19.

“Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan uji swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium PCR Balitbangkes Provinsi Aceh,” kata Koordinator Pencegahan dan Tindakan Hukum Covid-19 Aceh Barat Mirsal, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Puluhan personel TNI itu didatangkan dari Batalyon 116 Garda Samudra dibantu polisi bersenjata lengkap. Upaya evakuasi dimulai dari Jumat, 31 Juli 2020 sore hingga malam. Pasien satu keluarga ini tetap bersikeras menolak dibawa petugas untuk menjalani perawatan medis.

Setelah dibujuk tanpa harus kontak fisik akhirnya, satu keluarga itu menyerah dan bersedia untuk karantina oleh petugas medis. Mereka tampak digiring untuk masuk ke ambulans yang sudah lama terparkir di dekat rumah.

Keempat warga yang dinyatakan positif Covid-19 ini terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak yang merupakan warga Jakarta yang sedang berlebaran Hari Raya Idul Adha di Aceh Barat.

Mirsal mengatakan, dirinya bersyukur karena pasien mau dibawa ke rumah sakit. Sebab jika pasien melakukan perlawanan maka pihaknya terpaksa harus melakukan tindakan paksa.

Petugas pun melakukan swab terhadap 21 orang warga sekitar dan diminta untuk menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab. Ini disebabkan keluarga tadi pernah kontak langsung dengan warga.