Pelaku Prostitusi Online Jual Bocah Belasan Tahun di Puncak Bogor Ditangkap

Sabtu, 21 November 2020 – 20:02 WIB

Ilustrasi Prostitusi (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Prostitusi (Foto:Istimewa)

BOGOR, REQNews - Bocah belasan tahun yang diperjual belikan lewat online untuk kawasan Puncak, Bogor berhasil diungkap Satreskrim Polres Bogor, pada Jumat, 20 November 2020.

Seorang wanita dan dua pria mucikari ditangkap karena terlibat dalam prostitusi online ini yang menawarkan wanita muda belasan tahun.

"Satreskrim Polres Bogor mengungkap perkara tracfiking atau TTPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Kita amankan di sebuah vila yang ada di Cisarua, Puncak dan juga kita kembangkan hingga sampai di vila Cianjur," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy di Polres Bogor, Jumat, 20 November 2020.

Roland menjelaskan pelaku merekrut korban, menyediakan dan menempatkan korban dalam sebuah tempat yang disebut mess di daerah Cianjur. Pelaku juga mengantar korban untuk menjualnya di wilayah Puncak (Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur) dengan tujuan exploitasi seksual.

Di lokasi kepolisian langsung mengamankan pelaku HI (33 tahun) yang sudah melakukan transaksi penjualant.

Selanjutnya kepolisian melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya yang mencoba melarikan diri dan berhasil diamankan di daerah Cianjur yaitu HA (41 tahun) dan AN (29 tahun). Setelah itu pelaku dan korban dibawa ke kantor kepolisian Resor Bogor.

"Untuk TKP kita amankan pelaku 3 orang dengan HA, AN dan HI. Pada saat penangkapan kita juga mengamankan, ada 14 orang wanita yang pada saat itu ada di situ. Kemudian kita kembangkan sampai yang kedua di Cianjur," katanya.

Korban sebanyak 14 (empat belas) orang berinisial LI, RF (18 tahun), NA (18 tahun), IM (21 tahun), MI (18 tahun), WU (17 tahun) janda, DS (19 tahun), DA (22 tahun), SD (25 tahun), TR (26 tahun), SR (20 tahun), MM (17 tahun) janda, Al (28 tahun), dan DR (22 tahun). Tarif sendiri sekitar Rp2 juta rupiah dengan villa. Sedangkan Rp600 ribu sampai Rp 1,2 juta untuk tarif wanita.

Pelaku dikenakan Pasal 2 Undang-Undang tentang Tidak Pidana Perdagangan Orang Nomor 21 Tahun 2007. Kemudian, pasal berlapis 296 KUHP Junto Pasal 506. Ancaman hukuman 3 tahun penjara maksimal 15 tahun.