Daftar Kontroversi yang Bikin Film #LookAtMe Dilarang Keras Tayang, LGBTQ hingga Sindir Agama
JAKARTA, REQnews - Film Singapura #LookAtMe tengah mencuri perhatian para penikmat film gara-gara sederet kontroversinya. Saking kontroversialnya, film ini pun sampai dilarang keras diputar di negaranya sendiri Singapura.
Pemerintah Singapura menyatakan film #LookAtMe dilarang karena diduga memuat unsur penghinaan komunitas agama dan berpotensi menimbulkan permusuhan serta perpecahan sosial khususnya di negara tersebut.
Menurut laporan dari CNA yang dikutip NME, Selasa, 25 Oktober 2022, Kementerian Dalam Negeri (MHA), Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda (MCCY) dan Otoritas Pengembangan Media Infokom (IMDA) Singapura merilis pernyataan bersama yang mengatakan bahwa film tersebut "berpotensi menimbulkan permusuhan dan perpecahan sosial dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura".
Alasannya karena penggambaran pendeta homofobia yang oleh pihak berwenang dianggap menunjukkan seorang pendeta sejati di Singapura.
"Orang-orang di Singapura dapat menyimpulkan konteksnya itu. Konteksnya mungkin terlihat menyarankan atau mendorong kekerasan terhadap pendeta," lanjut pernyataan itu.
Klaim bahwa film itu terinspirasi dari peristiwa nyata juga dikutip sebagai keprihatinan oleh pihak berwenang karena seolah menyiratkan bahwa para pemimpin agama Singapura selalu terlibat dalam perilaku seperti itu.
Untuk diketahui, #LookAtMe sendiri merupakan film fitur kedua dari sutradara Singapura Ken Kwek, mengikuti konsekuensi dari postingan viral seseorang di media sosial yang menyerang sikap pendeta tentang homoseksualitas atas nama saudara gaynya.
Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Asia New York pada awal tahun ini di bulan Juli dan memenangkan penghargaan khusus dari juri untuk Penampilan Terbaik.
Sementara itu, terkait pelarangan filmnya, Kwek dan produser #LookAtMe akan mengajukan banding kepada pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.
Dalam sebuah pernyataan kepada CNA, mereka berpendapat film ini relevan dengan isu sosial yang ada.
"#LookAtMe adalah karya fiksi sinematik. Film ini berusaha menghibur dan mendorong percakapan tentang isu-isu sosial penting yang relevan dengan Singapura," demikian pernyataan mereka.
"Kami berharap warga Singapura diberi kesempatan untuk menonton film ini di Singapore International Film Festival, yang telah memilih film tersebut untuk edisi 2022," tutupnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.