REQNews.com

Duh! Usai Hong Kong dan Singapura, Mi Instan Asal RI Ditarik dari Malaysia karena Kandungan Berbahaya, Begini Kata BPOM

The Other Side

Monday, 10 October 2022 - 09:30

Ilustrasi mi instanIlustrasi mi instan

JAKARTA, REQnews - Salah satu produk mi instan asal Indonesia kembali bermasalah dan ditarik dari pasaran Malaysia. Mi instan yang dimaksud adalah produk Mie Sedaap.

Penarikan dilakukan oleh Malaysia tak lama setelah Hong Kong dan Singapura menarik produk tersebut dari peredaran. Adapun 2 jenis produk yang ditarik adalah Korean Spicy Chicken dan Korean Spicy Soup olahan Mie Sedaap.

Keduanya ditarik lantaran ditemukan kandungan etilen oksida (EtO), bahan kimia untuk racun serangga.

Akun resmi Puclic Health Malaysia pun mengeluarkan peringatan agar masyarakat segera melapor apabila masih menemukan mi instan asal Indonesia itu di pasaran.

"Isu Penarikan Semula Produk Mi Sedaap Yang Mengandungi Ethylene Oxide atau racun serangga perosak," demikian pernyataan yang tertulis, dikutip Senin, 10 Oktober 2022.

Menanggapi kasus ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan klarifikasi di situs resmi BPOM tertanggal 29 September 2022. Dalam klarifikasinya, pihak BPOM menyatakan bahwa produk Mie Sedaap yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar produksi.

Mi tersebut telah diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku. Di antaranya izin BPOM, sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sertifikat ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan, dan sertifikat ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu.

Sehingga menurut Head of Corporate Communications and CSR WINGS Group Indonesia Sheila Kansil, produk Mi Sedaap aman dikonsumsi.

"Dari seluruh lini proses dan produksi, Mi Sedaap memastikan tidak ada penggunaan EtO dan telah memenuhi standard keamanan pangan sehingga aman dikonsumsi," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.