Kondisi Laut Kian Memprihatinkan, Ribuan Netizen Teken Petisi Stop Pengeboman di Taman Nasional Wakatobi, Yuk Ikut Dukung!
JAKARTA, REQnews - Ribuan netizen mendukung petisi di laman Change.org yang menyuarakan desakan terhadap otoritas terkait untuk segera menindak kasus pengeboman yang terjadi di perairan Taman Nasional Wakatobi.
Dalam petisi yang digagas oleh netizen bernama Amar Maruf itu diungkap bahwa beberapa waktu belakangan kian marak penggunaan bom-bom ikan di Wakatobi yang berdampak buruk bagi perairan setempat.
"Suatu hari, saya bersama beberapa nelayan di pulau Wangi-wangi Wakatobi berangkat ke huma (shelter temporer nelayan) di atas rataan terumbu karang di tengah laut. Jaraknya lumayan, 2 jam naik perahu," ungkap Amar Maruf, dikutip Senin, 21 November 2022.
"Beberapa menit ketika kami tiba di huma, terdengar letusan bom lumayan kuat. Ternyata bom laut kembali muncul di perairan Wakatobi. Teman saya, seorang nelayan bilang ledakan itu masih terbilang kecil karena pernah ada ledakan yang sampai mengguncangkan huma," lanjutnya.
"Sekembali dari sana, saya bertemu dengan petugas Jagawana Taman Nasional Wakatobi dan petugas pemda setempat untuk ngobrol masalah ini. Dan benar saja, beberapa hari sebelumnya, mereka sudah menangkap beberapa pelaku. Tapi masih ada lagi dan terus ada lagi," jelasnya.
Diungkapkan Amar, ada dugaan bahwa para pengebom ini mendapat backingan dari joki dan mendapat jasa sekitar Rp 25 - 60 juta untuk sekali armada nelayan pelaku/pengguna bahan peledak pergi melaut. Dan tidak hanya bom, sianida juga ditemukan menjadi salah satu bahan yang mereka gunakan untuk menangkap ikan.
Agar kasus pengboman di Wakatobi ini serius diinvestigasi dan diusut tuntas, maka digagaslah petisi ini.
"Dan juga agar pihak Taman Nasional dan polisi air rutin berpatroli untuk mencegah pengebom laut di Wakatobi," kata Amar Maruf.
Sebagai informasi, Wakatobi adalah Taman Nasional yang ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia. Artinya kawasan TN Wakatobi wajib dilindungi sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati dan kehidupan berkelanjutan.
"Jangan sampai biota laut di Wakatobi rusak, ikan-ikan tidak ada lagi dan nelayan semakin sulit mencari penghidupan," tutup petisi.
Untuk ikut menandatangani petisi tersebut, kamu bisa mengakses tautan berikut ini.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.