REQNews.com

Kejahatan Siber Makin Gila! Harga 1 Menit Video Deepfake Capai Rp 300 Juta di Darknet

Leisure

Tuesday, 23 May 2023 - 08:30

Ilustrasi DeepfakeIlustrasi Deepfake

JAKARTA, REQnews - Perkembangan teknologi kian hari kian mencengangkan. Banyak pekerjaan atau aktivitas manusia yang semakin terbantu karena kemajuan teknologi.

Namun di sisi lain, ada pula hal negatif yang dihasilkan sebagai imbas perkembangan teknologi. Salah satunya, semakin maraknya kejahatan siber yang mengintai masyarakat.

Di antara banyaknya kejahatan siber tersebut, salah satu yang kini banyak dilakukan adalah metode deepfake. Bahkan harga jual hasil deepfake pun tak tanggung-tanggung, bisa mencapai lebih dari 20 ribu dolar AS atau nyaris Rp 300 juta di Darknet.

Sebagai informasi, deepfake merupakan video rekayasa yang dibuat oleh kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan visual bahkan audio yang terlihat dan terdengar asli.

Para pelaku menggunakan deepfake biasanya untuk tujuan yang berbahaya, seperti penipuan berita, pelecehan, menipu, bahkan manipulasi politik.

Pembuatan deepfake dengan kualitas bagus harus ditunjang dengan software canggih dan skill mumpuni si pembuat. Para pelaku kejahatan saat ini banyak beralih ke layanan pembuatan deepfake di situs gelap, darknet.

Kaspersky mempelajari bagaimana cara kerja darkweb deepfake ini. Penelitian ini dilakukan oleh para ahli di Kaspersky.

Mereka lantas mendapati fakta jika ada banyak permintaan untuk deepfake ini di darknet. Beberapa pihak meminta dibuatkan deepfake untuk target tertentu, seperti selebritas terkenal atau tokoh politik.

Biaya pembuatan dan pembelian deepfake ini bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan dan kualitas video. Harga per menit video deepfake berkisar antara 300 dolar AS atau sekitar Rp 4,4 juta hingga 20.000 dolar AS atau sekitar Rp 297 juta.

Beberapa oknum rela mengeluarkan uang sebesar itu untuk deepfake berkualitas dengan tujuan menipu aset kripto.

Model dari deepfake ini biasanya selebritas atau tokoh terkenal. Modusnya, pembuat deepfake hanya menggunakan rekaman artis yang sudah lama untuk melakukan live streaming di media sosial.

Biasanya para pelaku, membuat siaran langsung untuk menipu para korban aset kripto dengan iming-iming hadiah yang besar namun sebenarnya itu adalah palsu atau penipuan yang sudah dirancang.

Para korban yang mengira video itu asli akhirnya masuk perangkap dan berbondong-bondong mentransfer dari 2.500 hingga 1.000.000 XRP lantaran percaya uang mereka akan berlipat ganda. Tak main-main, banyak yang akhirnya tertipu hingga rugi miliaran rupiah.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.