7 Rekomendasi Buku Best Seller dari REQbook untuk Temani Waktu Senggang
JAKARTA, REQnews - Membaca buku bisa menjadi salah satu aktivitas menyenangkan untuk mengisi waktu senggang di sela-sela padatnya rutinitas.
Selain bisa menambah wawasan dan pengetahuan, membaca buku juga bisa menjadi media "healing" lho dalam beberapa kasus.
Nah, buat kamu yang ingin menghabiskan waktu bersantai dengan membaca, berikut kami rekomendasikan sederet buku best seller dari REQbook!
1. Teh Celup (Penulis: Retno Kusumastuti)
Buku "The Celup" merupakan karya Retno Kusumastuti. Buku ini berangkat dari pengalaman nyata sang penulis yang sengaja didedikasikan bagi para perempuan tangguh. Terutama mereka yang saat ini sedang sedih, putus asa, dan tak tahu harus berbuat apa saat salah satu anggota keluarga atau belahan jiwa mereka harus menghadapi proses penegakan hukum.
2. Allahu Akbar Paling Kencang dan Kisah-Kisah Ketidakadilan (Penulis: Agus Dwi Prasetyo, Khafid Ulum)
Kesepuluh cerpen di buku ini ibarat cermin untuk kita berkaca. Tentu fungsi rekreatif dari cerpen ini tidak pada memberikan perasaan bahagia dan menghibur, tetapi lebih pada fungsi moralitas, yaitu mengandung nilai moral sehingga bisa mengambil karakter tokoh yang baik dan membuang yang tidak baik. Sifat kritis untuk mengamati lingkungan atau fenomena di sekeliling jadi terbangun.
3. Kenapa Layangan Itu Harus Putus? (Penulis: Agus Dwi Prasetyo, Khafid Ulum)
"Kenapa Layangan Harus Putus? Kisah-Kisah Pilu Istri Polisi" ini merefleksikan kehidupan Bhayangkari yang paradoks. Istri polisi yang tercitrakan sebagai perempuan "istimewa" sama sekali tak tergambar dalam buku ini. Justru sebaliknya, kisah mereka menegaskan bahwa Bhayangkari bisa tersayat hatinya layaknya manusia biasa.
4. Teror Mata Abdi Astina (Penulis: Agus Dwi Prasetyo)
"Dongeng" yang disajikan dalam buku ini menyerempet fakta, menguak sejarah jihad melawan korupsi seorang anak Negeri Astina yang murni tauhidnya. Yang tinggi integritasnya dan baik akhlaknya. Novel ini penting untuk dibaca siapa saja yang ingin menyelami suasana kebatinan perjuangan para pejuang antikorupsi seperti di Negeri Astina.
5. Mat Karen "Apakah hanya harta yang kamu cari dalam hidup ini?" (Penulis: Khafid Ulum)
Siapa yang tak mau menjadi orang kaya raya dan diagung-agungkan oleh banyak orang? Tentu semua orang menginginkan hal tersebut. Begitu juga dengan Mat Karen dan warga kampungnya. Demi menjadi tak bisa dikalahkan, Mat Karen rela mengejar ilmu dengan bertapa di hutan selama beberapa hari tanpa makan dan minum.
6. Karena Beta Cinta Maluku (Penulis: Said Assagaf)
Said Assagaf yang lahir di Kampung Waihaong, Kota Ambon, 29 November 1953, merupakan Gubernur kedua belas Provinsi Maluku. Ia adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga religius dan memegang teguh norma agama. Said memiliki visi besar untuk mewujudkan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas, dan demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.
Menurut Said, Maluku saat ini bukan lagi daerah konflik. Maluku kini telah bertranformasi menjadi daerah yang penuh kedamaian, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan nilai-nilai universal. Maluku sudah bertranformasi menjadi laboratorium kerukunan hidup umat beragama terbaik di Indonesia, bahkan dunia.
7. Rezim Pemulihan Aset, Antara Dibenci dan Dibutuhkan! (Penulis: Chuck Suryosumpeno)
Buku ini ditulis oleh Chuck Suryosumpeno, mantan Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung RI dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malku. Atas dasar pengalaman dan pengetahuan yang dipelajarinya hingga negeri seberang ini, didukung oleh sejumlah literatur, teori, dan rujukan hukum terkait.
Bahasa yang digunakan sederhana, mudah dimengerti, praktis dan ringan, serta tidak panjang lebar, cocok untuk para mahasiswa fakultas hukum, peserta pendidikan dan pelatihan jaksa (PPJ), penyidik, para jaksa, Polri, hakim, pengacara, masyarakat umum pemerhati hukum, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
