Wabah Corona, Muslim Keluhkan Mahalnya Pemakaman hingga Ratusan Juta
NEW YORK, REQNews - Di masa pandemi Covid-19 biaya pemakaman melonjak drastis, ini menjadi keluhan Komunitas Muslim di New York. Layanan pemakaman Islam biasanya menelan biaya 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32.000.000, termasuk sebidang tanah untuk penguburan. Tetapi hari ini, biayanya naik hingga 10.000 dolar AS atau sekitar Rp160 juta.
Saat ini pemerintah kota sangat kewalahan dengan sejumlah mayat yang menumpuk di beberapa rumah sakit dan kamar mayat. Diperparah dengan beberapa rumah duka yang menolak menampung jenazah, karena kapasitas yang kurang memadai. Hal inilah yang disinyalir menjadi penyebab melonjaknya biaya pemakaman di Kota New York.
Krisis ini dirasakan oleh ribuan warga New York yang berduka, terkhusus bagi keluarga Muslim disana. Apalagi proses penguburan bisa menjadi lebih rumit bagi kelompok Muslim, karena serangkaian praktik keagamaan dalam memandu pemakaman.
Baca Juga: Banyak Jenazah COVID-19 Ditolak, Bukti Pemerintah Kurang Sosialisasi
“Pemakaman dan hal-hal yang terjadi pada akhir kehidupan sepertinya sangat sulit bagi banyak orang di komunitas Muslim. Dalam Islam, upacara pemakaman dianggap sebagai kewajiban bersama. Di sini, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa orang yang tidak mampu membelinya masih mampu melakukannya.” Kata kata Imam Khalid Latif, Direktur Eksekutif Islamic Center di New York University (NYU) dikutip laman Al Jazeera.
Saat ini Latif membantu mendirikan penggalangan dana online yang mengumpulkan donasi mencapai 195.000 AS dolar atau sekitar Rp3 miliar untuk mendukung Layanan Pemakaman Muslim di New York, sebuah kelompok yang berbasis di Brooklyn juga dikenal sebagai Proyek Jenazah.
Uang yang terkumpul itu akan disalurkan ke rumah duka untuk meningkatkan layanan mereka. Termasuk pembelian kendaraan dan truk berpendingin untuk mengangkut dan menyimpan mayat ketika rumah sakit kelebihan kapasitas. Selain itu, peralatan pelindung pribadi untuk pekerja juga akan dilengkapi.
Latif mengatakan tekanan keuangan seharusnya tidak menjadi alasan orang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenang orang yang mereka cintai, sehingga keluarga yang membutuhkan juga akan langsung menerima sejumlah uang untuk menutupi biaya pemakaman.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.