Ubah Aturan, Amerika Serikat Izinkan Pilot dengan Diabetes Terbang
NEW YORK, REQnews - Federal Aviation Administration (FAA) atau regulator penerbangan di Amerika Serikat bakal mengubah melonggarkan salah satu persayaratan untuk menjadi pilot. Salah satunya, pilot dengan diabetes dibolehkan terbang.
Akhirnya pilot dengan diabetes akhirnya akan diizinkan untuk menerbangkan jet komersial di Amerika Serikat.
Kabar ini disambut baik oleh Merilee Riely, penderita diabetes yang sempat berpikir bahwa mimpinya tak untuk menjadi pilot tak pernah terwujud.
Merilee terbang perdana di lapangan Kampung Boeing Seattle pada April 1995. Saat berusia 25 tahun, ia menjadi pilot baru Atlantic Southeast Airlines, maskapai lokal yang berbasis di Georgia.
Kala itu ia masih jadi pilot percobaan. Sembilan bulan kemudian, ia kehilangan 9 kilogram berat badan hanya dalam dua minggu dan didiagnosis diabetes tipe 1. Seketika karirnya hancur, ia tidak boleh menerbangkan pesawa.
BACA JUGA: Aturan Baru, Pramugari Jepang Boleh Tak Pakai Rok dan High Heels
Setelah 22 tahun setelah kejadian itu, ia tak pernah bergelut dengan dunia penerbangan. Ia menyakini FAA tak akan pernah mengubah larangan bagi para pilot penderita diabetes yang diobati dengan insulin menduduki kursi di kokpit pesawat komersial.
FAA menganggap pilot yang menderita diabetes akan membahayakan penumpang dan pesawat. Dengan kemajuan teknologi seperti pemantauan glukosa yang lebih tepat, aturan itu mulai bergeser.
Desas-desus tentang perubahan besar aturan FAA sampai ke telinga Merilee. Ia belajar lagi sebisanya.
Pada bulan November lalu, FAA akan mengizinkan pilot dengan diabetes untuk mengajukan sertifikat medis kelas satu dan dua yang diperlukan untuk penerbangan komersial. Merilee pun mengirim lamarannya dan menunggu.
Untuk pertama kalinya dalam 24 tahun, Merilee bisa menjadi pilot komersial lagi. American Diabetes Association, yang mendorong perubahan dalam kebijakan FAA, memuji keputusan tersebut.
"Pakar ahli endokrin ADA memberi tahu FAA bahwa pilot dapat mempertahankan glukosa darah dalam penerbangan di jarak yang aman. Mereka sampai pada kesimpulan yang sama," kata salah satu perwakilan asosiasi, Sarah Fech-Baughman.
Redaktur : Hans Gilbert Ericsson
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.