REQNews.com

Lolos dari Maut Saat Diracun, Kini Putin Penjarakan Alexei Navalny

News

Monday, 18 January 2021 - 13:04

Alexei Navalny (Foto:Istimewa)Alexei Navalny (Foto:Istimewa)

MOSKOW, REQNews - Pemimpin oposisi Rusia pengkritik keras Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny, ditahan begitu mendarat di Bandara Bandara Sheremetyevo, Moskow, Minggu, 17 Januari 2021. Dia baru pulang dari Jerman untuk menjalani pengobatan setelah diracuni pada tahun lalu.

Dikutip dari dw.com, penahanannya telah dikecam oleh pejabat Eropa dan AS, yang menyerukan pihak berwenang Rusia untuk "segera" membebaskannya.

Setelah mendarat di bandara Sheremetyevo Moskow, Navalny mengatakan semua tuduhan terhadapnya dibuat-buat dan bahwa dia "tidak takut pada apa pun dan meminta Anda untuk tidak takut pada apa pun," menurut sebuah video yang diterbitkan oleh TV Dozhd Rusia.

Navalny juga mengatakan bahwa dia tidak pernah berpikir dua kali untuk kembali ke Rusia.

"Ini rumahku," katanya.

Dia kemudian menuju ke bagian pemeriksaan paspor di mana dia ditahan oleh polisi. Pembantunya Ilya Yashin membagikan video konfrontasi tersebut, di mana Navalny terdengar meminta pengacaranya untuk diberi akses kepadanya.

Setelah diperiksa di bandara, Navalny dipindahkan ke kantor polisi terdekat.

Navalny ditangkap atas tuduhan melanggar aturan penangguhan masa tahanan dan terancaman dipenjara 3,5 tahun.

Hukuman ini bisa menyalakan kembali tekanan politik negara Barat terhadap Rusia dengan menjatuhkan sanksi.

Navalny diracuni dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow pada musim panas 2020. Dia kemudian dirujuk ke Jerman untuk menjalani perawatan intensif.

Para ahli independen yang menyelidiki kandungan dalam tubuh Navalny menyebutkan, racun yang digunakan adalah zat kimia pelumpuh saraf Novichok.
Pemerintah Rusia berkali-kali membantah terlibat dalam peracunan Navalny.

Navalny dinyatakan pulih beberapa bulan lalu, namun tetap berada di Jerman untuk menjalani rawat jalan. Pekan lalu dia mengatakan akan pulang ke rumahnya di Moskow

Namun otoritas penjara Moskow, FSIN, menyatakan akan menggunakan segala cara untuk menangkapnya begitu tiba.

Navalny dituduh melanggar ketentuan penangguhan hukuman penjara. Pada 2014, dia dinyatakan bersalah terkait kasus penggelapan, tuduhan yang dianggap pria 44 tahun itu dibuat-buat.

Menanggapi ancaman itu, Navalny bercanda kepada wartawan dalam penerbangan pulang dengan mengatakan tidak takut dan tidak percaya akan ditangkap. Setibanya di bandara, sebelum pemeriksaan imigrasi, empat polisi bermasker menyambut Navalny sambil mengecek paspor. Petugas tidak menjelaskan mengapa Navalny dibawa pergi.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.