REQNews.com

Malaysia Melarang Peredaran Buku yang Dinilai Menghina ART Indonesia

News

Sunday, 01 October 2023 - 02:00

Buku When I Was a Kid 3 dilarang edar di Malaysia karena dianggap menghina ART Indonesia (Foto:Istimewa)Buku When I Was a Kid 3 dilarang edar di Malaysia karena dianggap menghina ART Indonesia (Foto:Istimewa)

MALAYSIA, REQNews – Pemerintah Malaysia telah melarang edar sebuah buku berjudul 'When I Was a Kid 3' karena dianggap menghina seorang pembantu rumah tangga atau ART Indonesia.

Penulis buku tersebut, Boey Chee Ming, pada hari Kamis, telah meminta maaf atas materi buku yang menyinggung tersebut. Dia mengatakan bahwa buku tersebut telah  disalahpahami.

Boey Chee Ming (45), seorang seniman Malaysia yang kini tinggal di Amerika Serikat, mengaku terkejut mengetahui bahwa bukunya When I Was a Kid 3 dilarang oleh pemerintah hampir satu dekade setelah dirilis pada tahun 2014.  

Ini adalah buku ketiganya di tahun 2014. 'When I Was a Kid 3' merupakan serangkaian novel grafis tentang masa kecilnya di Malaysia.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan buku tersebut berisi materi yang berpotensi merugikan moralitas dan mengeluarkan larangan edar buku tersebut pada 15 September.

Organisasi non-pemerintah Indonesia, Corong Rakyat, mengadakan unjuk rasa di luar kedutaan Malaysia di Jakarta pada bulan Juni, memprotes buku tersebut.

Mereka menganggap buku tersebut telah merendahkan pembantu rumah tangga Indonesia, menurut laporan kantor berita nasional Malaysia, Bernama.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Boey meyakini pelarangan ini dipicu oleh sebuah bab dalam bukunya, di mana ayahnya mengibaratkan pembantu rumah tangga asal Indonesia itu seperti monyet, karena dia bisa memanjat pohon kelapa dengan cepat untuk memetik kelapa.

Dia menyayangkan kalimat itu disalahpahami. Malaysia melarang edar buku When I Was a Kid 3 diduga hina ART Indonesia

"Niat saya bukan untuk merendahkan tetapi untuk memuji kecepatan luar biasa yang dilakukan pekerja kami dalam memanjat pohon kelapa – seperti monyet. Saya kembali ke pohon itu sendirian malam itu, karena saya juga ingin melihat apakah saya bisa memanjat pohon itu dengan kecepatan itu," tulisnya di Instagram, seperti dikutip dari CNA, Sabtu, 30 September 2023,

"Saya sangat meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung dengan hal ini, dan orang-orang yang secara tidak sengaja saya sakiti," kata Boey.

"Perjalanan mendongeng ini sungguh luar biasa, dan saya telah belajar banyak darinya. Naiknya pasti, ada turunnya, dan ini adalah pelajaran yang akan saya pelajari."  

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.