Anggota Parlemen Inggris Dipecat usai Serukan Gencatan Senjata di Gaza
LONDON, REQNews - Anggota parlemen Partai Tory dipecat karena mendesak Perdana Menteri Rishi Sunak untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza
Paul Bristow diberhentikan sebagai sekretaris pribadi parlemen karena tekanan meningkat pada Keir Starmer untuk menghadapi pemberontak Partai Buruh yang menuntut gencatan senjata
Diberitakan Sky News, Bristow dipecat dari posisi sekretaris pribadi parlemen (parliamentary private secretary/PPS) di Kementerian Ilmu Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi (DSIT) karena komentarnya yang dinilai "tidak konsisten dengan prinsip-prinsip tanggung jawab kolektif."
"Paul Bristow telah diminta meninggalkan jabatannya di pemerintahan menyusul komentar yang tidak konsisten dengan prinsip-prinsip tanggung jawab kolektif," kata seorang juru bicara Rishi Sunak.
Sebelumnya Bristow pada Kamis 26 Oktober 2023 menuliskan surat dua halaman kepada Sunak yang membahas kondisi warga Gaza di tengah perang Hamas vs Israel sejak pecah 7 Oktober lalu.
Bristow dalam suratnya menuliskan "ribuan orang [di Gaza] telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang saat ini mengungsi. Sulit untuk memahami bagaimana hal ini membuat Israel lebih aman atau bahkan membuat keadaan menjadi lebih baik."
Bristow sebetulnya menyambut seruan Sunak mengenai "jeda khusus" atas perang Hamas vs Israel. Namun, menurutnya, gencatan senjata permanen akan lebih menyelamatkan nyawa dan memungkinkan warga Gaza mendapatkan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan.
"Akses ke air, listrik, dan bahan bakar sangat penting bagi orang-orang Palestina. Para pendukung saya dan saya akan sangat berterima kasih atas komentar Anda tentang tindakan yang diambil pemerintah kita guna memastikan bahwa orang-orang di Gaza tidak menghadapi hukuman kolektif atas kejahatan Hamas," tulis Bristow.
Dalam surat itu, Bristow mengaku bahwa beberapa pendukungnya telah terpengaruh secara langsung oleh situasi di Timur Tengah itu. Dia pun ingin Sunak mendengarkan permintaannya ini demi kebaikan bersama seluruh pihak.
"Penting bagi Anda mendengar pesan ini. Ini adalah pekerjaan saya sebagai anggota parlemen lokal," tulisnya.
Merespons pemecatan ini, Bristow mengaku paham dengan keputusan Sunak. Meski menyesal karena dipecat, dia mengatakan saat ini dirinya bisa lebih terbuka menyuarakan apa yang perlu disuarakan.
"Saya benar-benar memahami keputusan PM. Dan dengan penyesalan saya meninggalkan pekerjaan yang saya nikmati," kata Bristow kepada Sky News.
"Tapi saya sekarang bisa bicara secara terbuka mengenai isu yang sangat dipedulikan oleh banyak pendukung saya. Saya percaya saya bisa melakukan ini lebih baik daripada sebagai bagian dari orang yang digaji pemerintah," lanjut dia.
Pekan lalu, Sunak menyampaikan bahwa Inggris mendukung adanya "jeda khusus" menanggapi perang Hamas dan Israel. Inggris, kata dia, menolak gagasan gencatan senjata karena "hanya akan menguntungkan Hamas" untuk mengumpulkan kembali kekuatan pasukan.
Sunak pun menyatakan bahwa Israel punya hak untuk membela diri.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.