Akhirnya, Hamas dan Israel Sepakat Hentikan Perang 3-5 Hari dan Bertukar Tahanan
TEL AVIV, REQNews - Israel dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk memberlakukan jeda kemanusiaan dan pembebasan tahanan.
Beberapa negara, di antaranya Qatar dan Mesir, menjadi perantara negosiasi kedua pihak.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya, menolak memberikan keterangan secara terperinci. Dia hanya mengatakan akan menyampaikan ke publik pada waktunya.
“Begitu ada sesuatu yang konkret untuk disampaikan, kami akan memberikan informasi terbaru kepada keluarga korban dan menyampaikannya kepada pemerintah. Sampai waktu tersebut, diam adalah yang terbaik,” kata Netanyahu, dikutip dari Reuters, Minggu 12 November 2023.
Tiga stasiun televisi berita Israel melaporkan, ada beberapa kemajuan dalam kesepakatan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.
Stasiun teelvisi N12 News melaporkan, sebanyak 50 hingga 100 tawanan, terdiri atas perempuan, anak-anak, serta orang lanjut usia, akan dibebaskan secara bertahap.
Mereka akan dilepas oleh Hamas selama jeda kemanusiaan yang berlangsung 3 hingga 5 hari. Sementara Israel akan membebaskan tahanan perempuan dan anak di bawah umur Palestina.
Mereka ditahan di beberapa penjara Israel. Selain itu Israel mempertimbangkan akan membolehkan bahan bakar masuk Gaza.
Meski demikian, pertempuran akan berlanjut setelah jeda kemanusiaan berakhir. Sejauh ini belum ada keterangan dari Hamas.
Jika terwujud, kesepakatan ini bisa dibilang mengejutkan karena sebelumnya Israel memberikan syarat lebih berat.
Pemerintahan Netanyahu sebelumnya menawarkan jeda kemnusiaan terbatas beberapa jam dan pada lokasi-lokasi tertentu saja.
Selain itu Netanyahu pernah mengatakan tak akan menghentikan serangan sebelum semua tawanan dibebaskan Hamas.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.