Muak, Banyak Remaja Israel Tolak Gabung IDF untuk Lawan Hamas
TEL AVIV, REQNews - Banyak remaja di Israel kini menolak bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di tengah berkobarnya perang antara Israel dan Hamas.
Salah satu yang tegas menolaknya ialah Tal Mitnick (18). Gara-gara menolak, Mitnick ditangkap pihak berwenang dan dijebloskan ke dalam penjara selama 30 hari.
Apabila Mitnick terus menolak bergabung dengan militer, masa hukumannya bisa diperpancang.
"Saya yakin bahwa pembantaian tidak bisa mengatasi masalah pemabantaian," ujar Mitnick di luar pos militer tel HaShomer yang menjadi tempat dia dipenjara, dikutip dari Sputnik News.
"Kekerasan tidak bisa mengatasi kekerasan. Dan inilah alasan saya menolaknya," katanya menjelaskan.
Sikap berani Mitnick ini membuat kawan-kawannya tergerak untuk mengikuti jejak pemuda itu.
Mereka tergabung dalam sebuah kelompok bernama Mesavrot atau 'Kami Menolak'.
Mesavrot adalah salah dari sejumlah jaringan para "aktivis dan eks penolak wajib militer".
Tujuannya ialah "mendukung penolakan secara politik dan mendorong adanya diskusi tentang penolakan di antara warga Israel".
"Saya tidak bedinas di militer bukan berarti saya mendukung Hamas. Saya bukan pendukung Hamas," kata seorang anggota Mesarvot yang berumur 17 tahun.
Dia mengatakan akan menolak bergabung dengan militer ketika umurnya sudah memenuhi syarat untuk mengikuti wajib militer.
"Tapi perang saat ini adalah perang balas dendam terhadap seluruh warga Gaza, bukan hanya Hamas," ucapnya.
"Suatu pembunuhan tidak bisa digunakan untuk membenarkan pembunuhan lainnya."
Menurut laporan, Mersavot dilaporkan memiliki beberapa ratus anggota.
Adapun remaja berusia 17 tahun itu mengaku mendapat ancaman pembunuhan dan merasa terkucil karena menolak berdinas di dalam militer Israel.
Pengucilan itu dipicu oleh dukungan besar terhadap perang di Gaza setelah serangan Hamas tanggal 7 Oktober lalu.
"Ketika seseorang mengaku menolak perang, dia dikutuh, diserang di media sosial, dan terkadang di jalanan, dan itu hal yang kejam dan kasar," kata seorang juru bicara Mesarvot.
Sejak negara Israel didirikan tahun 1948 silam, para pemuda Israel, baik perempuan atau laki-laki, diharuskan menjalani wajib militer.
Namun, ada beberapa yang dikecualikan karena alasan keagamaan, fisik, dan mental.
Mereka yang menolak wajib militer biasanya akan dibui hingga 10 hari. Setelah itu, kebanyakan dari mereka akan kembali dipenjara jika terus menolak.
Akan tetapi dukungan terhadap kebijakan wajib militer anjlok hingga di bawah 50 persen untuk pertama kalinya pada tahun 2021. Hal yang sama juga terjadi setahun berselang.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.