Gelombang Kritik Jokowi Terus Berlanjut, Hari Ini Unpad Gelar Seruan Padjadjaran Menyikapi Kondisi Demokrasi
BANDUNG, REQNews - Gelombang kritik dari sejumlah kampus di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berdatangan. Kali ini akademika Universitas Padjadjaran dan alumni akan membacakan Seruan Padjadjaran, untuk menyikapi kondisi demokrasi di Tanah Air saat ini terkait Pemilu 2024, Sabtu, 3 Februari 2024.
Keluarga Besar civitas akademika Unpad akan menggelar pembacaan "Seruan Padjadjaran" Selamatkan Negara Hukum yang Demokratis, Beretika dan Bermartabat, di Gerbang Utama Kampus Dipatiukur, Bandung pukul 09.00 WIB.
"Kami segenap Civitas Akademika Padjadjaran dan alumni merasa memiliki kewajiban moral untuk mempertahankan integritas, etika dan martabat di dalam bernegara," tulis civitas akademika Unpad dalam undangan yang telah disebar.
Dalam Seruan Padjadjaran itu mereka mengeluarkan tujuh poin utama yang menjadi keprihatinan.
Di antaranya, pelaksanaan demokrasi harus menjunjung tinggi etika dan norma hukum yang bersandar pada Pancasila dan UUD 1945. Hukum tidak hanya teks semata, melainkan juga nilai dan prinsip yang ada di dalamnya dan dijalankan secara konsisten.
Universitas Padjadjaran juga meminta negara dan pemerintah beserta aparaturnya harus hadir sebagai pengayom, penjaga, dan fasilitator pelaksanaan demokrasi yang berintegritas dan bermartabat dengan menjaga jarak yang sama dengan para kontestan pemilu.
Selain itu, sikap presiden seharusnya menjadi contoh keteladanan kepatuhan terhadap hukum dan etika. Bukan justru menjadi contoh melanggar etika. Apa yang diucap tidak sesuai dengan kenyataan.
Seruan Padjadjaran tersebut dikeluarkan sebagai ajakan untuk menyelamatkan negara hukum yang demokratis, beretika dan bermartabat.
Sebelumnya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Indonesia (UI), telah menyampaikan keprihatinannya terhadap demokrasi saat ini.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.