REQNews.com

AS dan Rusia Ribut di DK PBB soal Perang Ukraina, Sebut Soal Senjata Korut

News

Wednesday, 07 February 2024 - 17:31

Sidang PBB (Foto:@UN)Sidang PBB (Foto:@UN)

NEW YORK, REQNEWS Pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa 6 Februari 2024 menjadi ajang saling tuding antara Amerika Serikat dan Rusia terkait konflik di Ukraina.

Reuters melansir, AS menuduh Rusia menembakkan setidaknya sembilan rudal yang dipasok Korea Utara ke Ukraina. Sementara Moskow menyebut Washington DC terlibat langsung dalam jatuhnya pesawat angkut militer Rusia bulan lalu.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dan Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, saling melontarkan tuduhan tersebut pada pertemuan DK PBB mengenai Ukraina.

Pertemuan itu sendiri diminta oleh Moskow. “Sampai saat ini, Rusia telah meluncurkan rudal balistik yang dipasok DPRK terhadap Ukraina setidaknya sembilan kali,” kata Wood kepada dewan PBB yang beranggotakan 15 negara itu, sembari menggunakan nama resmi Korea Utara, yakni DPRK (singkatan dalam bahasa Inggris dari Republik Demokratik Rakyat Korea). 
“Rusia dan DPRK harus bertanggung jawab atas tindakan mereka, yang melemahkan kewajiban jangka panjang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB,” ucap Wood.

Baik Moskow maupun Pyongyang membantah tuduhan AS itu. Namun, Rusia dan Korut memang berjanji pada tahun lalu untuk memperdalam hubungan militer kedua negara.  

Rusia telah meningkatkan hubungan dengan Korut dan negara-negara lain yang memusuhi Amerika Serikat seperti Iran, sejak dimulainya perang dengan Ukraina. Hubungan yang dibangun Moskow tersebut menjadi sumber kekhawatiran Barat.

Pesawat Il-76 milik Angkatan Udara Rusia jatuh dari langit pada 24 Januari lalu. Rusia mengatakan, seluruh penumpang yang berjumlah 74 orang tewas, termasuk 65 tentara Ukraina yang ditangkap dalam perjalanan untuk ditukar dengan tawanan perang Rusia. Moskow pun menyalahkan Kiev atas jatuhnya pesawat tersebut.

“Kami memiliki bukti tak terbantahkan bahwa rudal permukaan-ke-udara Patriot digunakan untuk melakukan serangan tersebut, sehingga tidak ada keraguan bahwa Washington DC juga merupakan kaki tangan dalam kejahatan ini,” kata Nebenzia kepada Dewan Keamanan PBB. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.