REQNews.com

Senjata AI Digunakan Israel Serang Gaza? Ini Penjelasannya

News

Monday, 19 February 2024 - 17:30

Pesawat Israel lakukan penyerangan (Foto:Istimewa)Pesawat Israel lakukan penyerangan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Senjata yang didukung kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diduga dipakai oleh Israel untuk menyerang Jalur Gaza. Kondisi terbaru memperlihatkan jika Israel menggunakan Gaza untuk menguji senjata yang didukung perangkat lunak AI pada sistem udara dan dan angkatan laut. 

Menurut koresponden Anadolu, mengumpulkan informasi terkait senjata angkatan laut dan udara serta amunisi yang digunakan Israel dan diuji di zona perang Gaza untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober.

Sebagai informasi, Israel telah mengembangkan sistem AI pada pesenjataannya sejak tahun 2011. Adapun intelijen Israel, Mossad, menciptakan sistem target AI seperti ‘Alchemist’, ‘Depth of Wisdom’, ‘The Gospel’ and ‘Fire Factory’. 

Maka para pakar setuju jika banyaknya korban sipil pada serangan Gaza sebagian besar disebabkan penggunaan senjata yang didukung AI. Tidak hanya itu, Angkatan Udara Israel pun juga menambahkan 39 jet tempur F-35 canggih Amerika ke dalam inventarisnya. 

Adapun Angkatan Udara Israel menggunakan pesawat yang tidak berpermandu untuk menajtuhkan bom yang dikenal sebagai bom jatuh bebas, yang dipandu oleh Joint Direct Attack Munitions (JDAM). 

Sementara dalam serangan di Gaza, Israel Israel menjatuhkan ratusan bom "Bunker Buster" GBU-31 seberat 2.000 pon, jumlah tertinggi sejak Perang Vietnam. Pada September 2023, AU Israel menerima "drone Nitzotz (Spark)" yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan anak perusahaannya, Aeronautics.

Sebagai informasi, Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan Israel tersebut menewaskan hampir 29.000 orang dan menyebabkan kehancuran massal serta kekurangan bahan kebutuhan pokok, sementara kurang dari 1.200 warga diyakini tewas dalam serangan Hamas.

 

 

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.