REQNews.com

Astagfirullah, Israel Tetapkan Ramadan Sebagai Deadline Serangan ke Rafah

News

Monday, 19 February 2024 - 20:00

Serangan Israel di Jalur GazaSerangan Israel di Jalur Gaza

TEL AVIV, REQNews  - Israel akan melancarkan serangan darat ke Rafah pada awal Ramadan jika Hamas tidak membebaskan sisa sandera yang ditahan di Jalur Gaza.

Hal itu disampaikan anggota Kabinet Perang Israel Benny Gantz, seperti dilansir CNA, Senin 19 Februari 2024.

"Dunia harus tahu dan para pemimpin Hamas harus tahu – jika pada bulan Ramadan para sandera tidak kembali ke rumah, pertempuran akan berlanjut di mana-mana, termasuk wilayah Rafah," ujar Gantz, yang merupakan seorang pensiunan kepala staf militer, dalam konferensi para pemimpin Yahudi Amerika di Yerusalem pada Minggu 18 Februari 2024.

Pemerintah Israel sebelumnya belum menentukan batas waktu rencana penyerangan terhadap Rafah, kota yang saat ini dihuni lebih dari 1,5 juta pengungsi Jalur Gaza.

Khawatir akan potensi jatuhnya korban dalam jumlah besar, pemerintah asing dan organisasi bantuan telah berulang kali mendesak Israel untuk menyelamatkan Rafah, kota besar terakhir di Jalur Gaza yang belum diserang oleh pasukan darat Israel selama perang sejak 7 Oktober 2023.

Meskipun ada tekanan internasional yang meningkat, termasuk seruan langsung dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang Hamas Vs Israel tidak dapat diselesaikan tanpa menekan Rafah.

Berbicara dalam konferensi yang sama pada Minggu, Netanyahu memperbarui janjinya untuk menyelesaikan tugasnya guna meraih kemenangan total atas Hamas dengan atau tanpa kesepakatan penyanderaan.

Gantz menambahkan bahwa serangan ke Rafah akan dilakukan secara terkoordinasi dan pihaknya dalam percakapan dengan AS dan Mesir untuk memfasilitasi evakuasi dan meminimalkan korban sipil sebanyak mungkin.

Namun, di mana warga sipil dapat pindah dengan aman ke wilayah lain di Jalur Gaza yang terkepung masih belum jelas.

Pernyataan Gantz muncul setelah perundingan gencatan senjata selama berminggu-minggu gagal menghasilkan kesepakatan. Mediator utama, Qatar, mengakui pada akhir pekan bahwa prospeknya semakin suram.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.