REQNews.com

Houthi Dituding Jadi Pelaku Sabotase Putusnya Jaringan Kabel Telekomunikasi di Laut Merah

News

Wednesday, 06 March 2024 - 18:00

Houthi peringatkan kapal yang lewat di Laut Merah (Foto:Istimewa)Houthi peringatkan kapal yang lewat di Laut Merah (Foto:Istimewa)

HONG KONG,  REQNews  - Kelompok militan Houthi Yaman langsung jadi sasaran tudingan pelaku sabotase terputusnya tiga kabel bawah laut di Laut Merah yang menyebabkan akses internet dan telekomunikasi global terganggu, Senin, 4 Maret 2024 lalu.

Associated Press melaporkan, sejauh ini belum ada penjelasan tentang bagaimana label laut tersebut dipotong.

“Ada kekhawatiran mengenai kabel-kabel tersebut yang menjadi sasaran kampanye Houth." Namun Houthi membantah telah menyerang kabel-kabel bawah laut tersebut.

Mengutip laporan yang disiarkan HGC Global Communications yang berbasis di Hong Kong, AP menyatakan, pemadaman listrik mempengaruhi 25 persen aliran data melalui kabel Laut Merah.

Rute Laut Merah digambarkan sebagai “penting untuk perpindahan data dari Asia ke Eropa”.

Pada hari Selasa, ribuan pengguna platform Facebook dan Instagram Meta melaporkan masalah yang mempengaruhi akun mereka.

Menurut situs Downdetector, lebih dari 300.000 laporan pemadaman layanan dikirimkan ke Facebook, dan lebih dari 20.000 laporan diajukan oleh pengguna Instagram.

Media Israel sebelumnya mengklaim bahwa Angkatan Bersenjata Yama yang terafiliasi dengan Ansarallah (Houthi) berada di balik aksi sabotase kabel bawah laut di Laut Merah.

Namun tuduhan tersebut telah dibantah oleh kelompok Houthi Yaman beberapa waktu lalu.

Situs berita Israel Globes menuduh Ansarallah telah merusak empat kabel komunikasi di Laut Merah antara Jeddah dan Djibouti, dan perbaikannya mungkin memakan waktu setidaknya delapan minggu.

Kelompok Ansarallah menyatakan pada bulan Februari bahwa mereka siap untuk terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan koalisi Barat yang dipimpin oleh AS.

Bahkan mereka siap menghadapi skenario perang dengan Israel di Gaza akan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.