Miris! Ribuan Petugas Medis di Gaza Tidak Sahur dan Buka Puasa
JAKARTA, REQnews - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menegaskan jika lebih dari 2.000 staf medis yang bekerja di sejumlah rumah sakit di Gaza utara sangat memprihantinkan karena membutuhkan makanan.
“Staf memulai Ramadan tanpa sahur atau berbuka puasa,” kata Kementerian Kesehatan Gaza.
Dalam pernyataannya, mereka menuntut lembaga-lembaga internasional dan bantuan penyediaan makanan.
“Kami menuntut lembaga-lembaga internasional dan bantuan menyediakan makanan untuk rumah sakit di Gaza utara,” demikian pernyataan itu.
Kementerian tersebut juga mengingatkan jika bantuan yang diberikan terlalu sedikit sehingga bisa menyebabkan kematian. Intinya para dokter dan perawat juga akan tewas jika tidak memperoleh bantuan makanan yang cukup.
Terlebih pada Senin 11 Maret 2024, dua anak juga meninggal di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara karena kekurangan gizi di rumah sakit. Selain itu Direktur Rumah Sakit Dr Hossam Abu Safia juga menegaskan jika sebelas anak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi.
“Kami menderita kekurangan makanan untuk staf dan pasien. Kami hanya menyediakan kurma dan air, dan tidak ada susu untuk anak-anak yang sekarat karena kelaparan,” katanya.
Sebagai informasi, Israel masih diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan melakukan perang di Gaza sejak 7 Oktober. Adapun Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan jika 31.184 warga Palestina telah terbunuh, sementara 72.889 terluka dalam genosida Israel sejak 7 Oktober.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.