REQNews.com

Viral Imam Masjid di Takalar Dikeroyok Warga hingga Babak Belur

News

Selasa, 19 Maret 2024 - 10:03

Ilustrasi Pengeroyokan (foto:Istimewa)Ilustrasi Pengeroyokan (foto:Istimewa)

MAKASSAR, REQNews  - Seorang imam masjid di Desa Balang Tanaya, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dikeroyok oleh sekelompok orang hingga mengalami luka parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Kini kasus pengeroyokan Imam masjid bernama Hamzah Daeng Gassing (36) itu ditangani Satreskrim Polres Takalar.

"Sementara ini jumlah pelaku dan motif pengeroyokan masih diselidiki. Beberapa saksi juga diperiksa untuk mengungkap pelaku dan motifnya," ujar KBO Satreskrim Polres Takalar Iptu Chaidir, Senin 18 Maret 2024.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti dan bukti-bukti lainnya termasuk video viral saat korban dikeroyok sejumlah orang.

Kejadian pengeroyokan terjadi pada Jumat 15 Maret 2024 sekitar pukul 09.30 di Desa Balang Tanaya, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Takalar.  

Dari video yang beredar, terlihat sejumlah pelaku melempari korban dan beberapa orang lainnya mengejarnya hingga tersudut dekat rumah warga.

Sejumlah perempuan keluarga korban bahkan meneriaki pelaku untuk menghentikan aksi main hakim sendiri tersebut dan meminta tolong warga lainnya, namun korban tetap dikeroyok hingga luka di bagian paha.

Beberapa warga mencoba menghentikan aksi pengeroyokan itu sampai korban terduduk di depan salah satu rumah warga.

Di akhir video, korban yang terlihat terluka parah, selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina di Kota Makassar, Sulsel.

Informasi yang beredar, terjadi kesalahpahaman atas tudingan korban diduga merendahkan kehormatan istri warga setempat dan keluarganya, sehingga diduga memicu ketersinggungan dan amarah para terduga pelaku dengan menyerang korban.

Kendati demikian, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut termasuk motifnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.