REQNews.com

Tak Hadiri Undangan Buka Puasa Gedung Putih, Tokoh Muslim AS Tuntut Gencatan Senjata

News

Wednesday, 03 April 2024 - 19:31

Pejabat Gedung Putih Sebut Korut Sediakan Amunisi untuk Rusia (Foto:sstimewa)Pejabat Gedung Putih Sebut Korut Sediakan Amunisi untuk Rusia (Foto:sstimewa)

WASHINGTON DC, REQNews - Sejumlah tokoh komunitas Muslim di Amerika Serikat dan pendukung mereka berunjuk rasa dengan menggelar buka puasa mandiri di depan Gedung Putih.

Aksi ini demi menuntut gencatan senjata segera dan permanen di Jalur Gaza.

Mereka melakukan aksi tersebut usai menolak undangan jamuan buka puasa dari Presiden Joe Biden yang telah menjadi tradisi tahunan Gedung Putih, Selasa 2 April 2024 sore waktu setempat.

"Saya pikir, sebagai bentuk solidaritas, kami akan tetap hadir di depan Gedung Putih, tempat mereka mengundang kami untuk jamuan Iftar, dan mengingatkan mereka apa yang kami tuntut," kata Robert McCaw, petinggi organisasi advokasi Islam di AS Council on American-Islamic Relations (CAIR).

"Mereka pun tahu apa yang kami minta. Kami mau gencatan senjata permanen sekarang juga. Kami mau transfer senjata AS ke Israel berakhir, dan kami mau bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan lancar," kata McCaw.

Gedung Putih sebelumnya mengakui bahwa agenda yang direncanakan Selasa tersebut akan jauh lebih kecil dibanding perayaan Ramadhan dan Idul Fitri yang biasa mereka gelar beberapa tahun belakangan.

Mereka menyebut, pemimpin Muslim AS kali ini justru meminta waktu berdiskusi dengan Joe Biden dan petinggi negara AS untuk membahas isu-isu penting komunitas Muslim AS.

Juru Bicara Pemerintah AS Karine Jean-Pierre mengatakan bahwa Presiden AS akan tetap mengadakan jamuan buka puasa untuk pejabat Muslim di pemerintahan AS setelah diskusi dengan pemimpin Muslim itu berlangsung.

Sementara itu, Mohamad Habbeh, pejabat organisasi American Muslims for Palestine menyebut, kurang dari 15 tokoh pemimpin Muslim AS mendapat undangan resmi untuk acara Gedung Putih itu. Kemudian, salah satu tokoh Muslim yang hadir dalam acara tersebut justru memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerahkan surat protes kepada Biden.

"Memalukan sekali untuk seorang Presiden AS justru memilih menggelar acara rendahan seperti itu daripada menjawab tuntutan komunitas kami dan menghargai nyawa rakyat Palestina sebagaimana pantasnya," kata Habbeh. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.