REQNews.com

Pejabat Intelijen AS Mundur, Mengaku Cedera Moral Akibat Dukungan AS Terhadap Israel

News

Selasa, 14 Mei 2024 - 12:30

Tentara AS (Foto:Istimewa)Tentara AS (Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews - Seorang pejabat intelijen pertahanan Amerika Serikat DIA mengundurkan diri pada November 2023 terkait dukungan negaranya terhadap Israel dalam perang di Jalur Gaza, Palestina.

Pria berpangkat mayor Angkatan Darat itu menjadi pejabat DIA pertama yang mengundurkan diri terkait dukungan AS terhadap Israel.

Setelah bungkam selama 6 bulan mengenai alasannya mundur, pria bernama Harrison Mann itu akhirnya mengungkapnya ke publik terkait pengunduran dirinya, Senin 13 Mei 2024.

Dalam surat yang di-posting di profil LinkedIn, Mann menjelaskan kepada rekan-rekannya di Badan Intelijen Pertahanan (DIA) alasannya mundur, yakni karena cedera moral akibat dukungan AS terhadap Israel dalam perang di Gaza serta dampak kerugian yang diderita warga Palestina.

Mann mengatakan dia bungkam tentang motif pengunduran dirinya selama berbulan-bulan karena takut.

"Saya takut, takut melanggar etika profesional kita. Takut mengecewakan perwira yang saya hormati. Takut Anda merasa dikhianati. Saya yakin sebagian dari Anda akan merasakan seperti itu saat membaca ini," kata Mann, dalam surat tersebut, seperti dilaporkan kembali Reuters, Selasa 14 Mei 2024.

Menurut Mann, dia merasa malu dan bersalah karena membantu penerapan kebijakan AS yang menurutnya berkontribusi terhadap pembunuhan massal warga Palestina.

“Pada titik tertentu, apa pun pembenarannya, Anda akan mengajukan kebijakan yang memungkinkan terjadinya kelaparan massal pada anak-anak, atau tidak,” ujarnya, dalam surat.

Seorang pejabat DIA membenarkan bahwa Mann bekerja di badan intelijen tersebut. Dia menegaskan pengunduran diri seorang pejabat merupakan hal biasa sebagaimana terjadi di institusi lain.

“Pengunduran diri karyawan merupakan hal yang rutin terjadi di DIA seperti halnya perusahaan lain, dan pejabat mengundurkan diri karena berbagai alasan dan motivasi,” katanya.

Diketahui, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 35.000 orang, sebagian besar anak-anak dan peremuan. Selain itu 78.827 orang luka.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.