REQNews.com

Pegawai Koperasi di Lombok yang Diduga Bunuh Diri Ternyata Dibunuh Bosnya

News

Wednesday, 29 May 2024 - 18:00

Ilustrasi tewas gantung diri (Foto: Ilustrasi)Ilustrasi tewas gantung diri (Foto: Ilustrasi)

LOMBOK UTARA, REQNews - JF (22) Mahasiswa yang bekerja sebagai karyawan Koperasi asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan tewas  tergantung di pohon awalnya diduga bunuh diri. Namun, polisi menyebutkan pemuda itu tewas dibunuh.

Pemuda itu tergantung di kebun warga Dusun Perawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Satreskrim Polres Lombok Utara mengungkap kasus pembunuhan itu dan menangkap ketiga pelaku.

Mereka berinisial PCM (23) pimpinan Koperasi Jaya Perkasa yang menjadi bos korban. Kemudian pengawas lapangan koperasi berinisial AYT (32) dan PFM (19).

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro mengatakan, kronologi pembunuhan bermula saat salah satu pelaku berpura-pura melaporkan kejadian bunuh diri tersebut ke polisi.

"Korban JF sama-sama bekerja di koperasi bersama tiga pelaku. Korban baru satu minggu kerja di koperasi tersebut," kata AKBP Didik, Rabu 29 Mei 2024

Saat kejadian korban ingin pulang ke kampung halaman namun masih memiliki utang di koperasi sebesar Rp500.000. Karena belum bisa membayar utang tersebut, pelaku PCM emosi lalu memukul korban.

Ketika itu korban lari dan dikejar para pelaku dengan menggunakan motor. Selanjutnya ketiga pelaku membawa korban ke tanah kosong dan menganiayanya hingga tidak sadarkan diri.

"Para pelaku menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan sebatang kayu pada bagian punggung dan kepala. Korban hilang kesadaran dan diduga langsung meninggal dunia," ucapnya.

Panik dengan kondisi korban yang telah meninggal, ketiga pelaku kemudian merekayasa dengan seolah-olah gantung diri.

Korban diikat menggunakan baju di sebuah kayu. Para pelaku juga menyiram air ke celana korban seperti tanda orang gantung diri.

Namun kasus ini dapat diungkap polisi. Saat ini tiga pelaku diamankan di Rutan Polres Lombok Utara untuk proses penydikan lebih lanjut.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.