REQNews.com

Netanyahu Murka, PBB Masukkan Militer Israel dalam Daftar Global Penjahat Anak-Anak

News

Saturday, 08 June 2024 - 17:03

Sidang PBB (Foto:@UN)Sidang PBB (Foto:@UN)

NEW YORK, REQNews - Sekjen PBB Antonio Guterres memasukkan militer Israel dalam daftar global pelaku pelanggaran terhadap anak-anak.

Sementara Dubes Israel untuk PBB Gilad Erdan berkomentar, keputusan yang memasukkan negaranya dalam daftar global sebagai memalukan Israel.

“Saya sangat terkejut dan muak dengan keputusan Sekretaris Jenderal yang memalukan ini,” kata Erdan.

Dia lalu mengklaim bahwa tentara Israel merupakan pasukan paling bermoral di dunia. Ironis, pernyataan itu disampaikan setelah Israel membantai lebih dari 36.600 orang di Gaza hingga kini, di mana hampir setengahnya adalah anak-anak.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan keputusan itu akan berdampak pada hubungan negaranya dengan PBB.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut PBB sebagai pendukung Hamas dengan mengeluarkan keputusan itu.

Diketahui, daftar global tersebut dimasukkan dalam laporan mengenai anak-anak dan konflik bersenjata yang akan diserahkan ke Dewan Keamanan PBB pada 14 Juni mendatang.

Kabar itu diketahui Dubes Israel untuk PBB Gilad Erdan, Jumat 7 Juni 2024, setelah mendapat pemberitahuan dari kepala staf Guterres.

Laporan tahunan Guterres kepada Dewan Keamanan mengenai anak-anak dan konflik bersenjata mencakup berbagai bentuk kejahatan, mulai dari pencegahan terhadap akses sekolah dan rumah sakit bagi anak-anak, perekrutan anak di bawah umur, penculikan, pelecehan seksual, perbuatan yang membuat cacat, hingga pembunuhan.

Belum jelas pelanggaran apa yang dituduhkan terhadap militer Israel, namun tampaknya tetkait dengan perang di Jalur Gaza, Palestina.

Daftar tersebut terbagi menjadi dua, yakni pihak-pihak yang telah menerapkan berbagai angkah untuk melindungi anak-anak dan pihak-pihak yang belum.

Laporan itu disusun oleh Virginia Gamba, perwakilan khusus Guterres untuk anak-anak dan konflik bersenjata.

Daftar yang dilampirkan dalam laporan tersebut bertujuan untuk mempermalukan pihak-pihak yang berkonflik dengan harapan mendorong mereka untuk menerapkan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.