REQNews.com

Pemuda di Duren Sawit Alami Penyekapan dan Penyiksaan Mengerikan, Begini Penjelasan Polisi

News

Sunday, 07 July 2024 - 18:03

Ilustrasi penyekapan (Foto:Istimewa)Ilustrasi penyekapan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Seorang pemuda berinisial MRR (23) mengalami kejadian mengerikan, dirinya disekap dan disiksa oleh beberapa pria di Jalan Pendidikan Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Akibat penyiksaan tersebut dari kabar viral di media sosial, MRR (23) alami luka dan mengalami gangguan psikologis.

Kemudian, kasus ini pun telah dilaporkan ke Polsek Duren Sawit Jakarta Timur pada 19 Juni 2024. Laporan teregister dengan nomor LP/B/BG/VI/2024/SPKT/POLSEK DUREN SAWIT/POLRES METRO JAKTIM/POLDA METRO JAYA.

Kapolsek Duren Sawit AKP Sutikno membenarkan telah menerima laporan polisi terkait peristiwa itu. Saat ini, kata dia, penyidik tengah melakukan pendalaman peristiwa yang terjadi.

”Penyidik masih melakukan giat penyelidikan maksimal,” kata Sutikno kepada wartawan, Sabtu 6 Juli 2024.

namun, Sutikno belum bisa memastikan apakah korban mengalami penyiksaan dan penganiayaan. karena polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

"Penyidik biar lakukan penyelidikan secara maksimal terlebih dahulu,” tuturnya.

Sementara itu, paman korban, Yusman menjelaskan bahwa, kejadian ini berawal dari kerja sama jual-beli mobil antara korban dengan seseorang berinisial H.

Kerjasama bisnis tersebut telah berlangsung sejak September 2023.

"Mereka ini semua sama-sama berteman. Selama ini lancar-lancar saja," kata Yusman, Sabtu, 6 Juli 2024.

Namun, bisnis tak berjalan dengan lancar dan mengalami wanprestasi pada akhir tahun 2023.

"Oleh keponakan uang hasil penjualan tidak disetor. Mungkin dipakai dulu. Nah di situ ketahuan," ucapnya.

H kemudian mengajak MRR membicarakan masalah keuangan pada 19 Februari 2024. Namun, terlapor H menggunakan cara-cara kekerasan agar keponakan segera mengganti kerugian.

"Disekap, disiksa dan di-plonco," ujar Yusman.

Dalam melakukan penyiksaan, Yusman mengatakan, terlapor H tidak sendiri, rekan-rekanya yang berjumlah belasan orang turut membantu menganiaya korban.  

"Dia kan disekap di kafe, jadi setiap ada teman-teman H yang datang kumpul-kumpul, korban pun disiksa terus," ujarnya.

Yusman menyebut, korban dipukul, di pecut pakai selang dengan kondisi tangan diborgol. Bahkan, sampai disudut menggunakan arang rokok. Tercatat, ada dua puluh titik dibagian tubuhnya.

Padahal, kata Yusman, korban punya itikad baik untuk mencicil kerugian hingga lunas. Terbukti, dari total kerugian Rp 300 jutaan kini tinggal Rp 176 juta.

"Ada bukti transaksinya sudah dibalikan segini, rinciannya sudah kami berikan bukti ke polisi," ucap dia. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.