Ngeri! Koki yang Juga Seorang YouTuber Lakukan Pembunuhan dan Mutilasi Kepada Dokter Bedah
BANGKOK, REQNews – Pengadilan di Thailand menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap koki Spanyol yang juga seorang YouTuber karena membunuh dan memutilasi seorang pria Kolombia di Pulau Koh Phangan.
Diketahui, Pulau Koh Phangan merupaka salah satu tujuan wisata populer di Thailand yang banyak dikunjungi turis mancanegara.
Pada Kamis 29 Agustus 2024 ini, Pengadilan Provinsi Koh Samui menyatakan, terdakwa Daniel Sancho Bronchalo (30), dinyatakan bersalah atas pembunuhan ahli bedah plastik Kolombia, Edwin Arrieta Arteaga (44). Bronchalo juga terbukti memotong dan menyembunyikan tubuh korban.
Pembunuhan itu terjadi pada Agustus 2023 saat Sancho dan Arrieta sedang berlibur di Koh Phangan, setelah keduanya sepakat untuk bertemu secara daring.
Dalam persidangan terungkap bahwa Sancho memotong-motong tubuh Arrieta dan memasukkannya ke dalam kantong plastik, lalu memencarkannya ke seluruh pulau.
Sancho membantah melakukan pembunuhan berencana. Akan tetapi, dia mengakui telah memotong-motong tubuh korban dan membuang bagian-bagiannya di darat dan di laut.
Pengacara Sancho berpendapat, kliennya bertindak dalam rangka membela diri secara sah. Pasalnya, Arrieta mencoba memaksanya berhubungan seks. Perlawanan Sancho itu menyebabkan Arrieta terjatuh dan kepalanya terbentur bak mandi, kehilangan kesadaran, dan kemudian meninggal.
Kasus ini terungkap ketika petugas pengumpul sampah menemukan potongan tubuh berupa panggul dan usus manusia dengan berat sekitar 5 kg di dalam karung pupuk. Tak lama setelah itu, Sancho melaporkan kepada polisi bahwa Arrieta hilang.
Polisi Thailand kemudian mengumpulkan bukti yang menghubungkan kedua pria itu, menahan dan menginterogasi sang koki.
Polisi memperoleh rekaman pengawasan yang menunjukkan Sancho diduga membeli pisau, sarung tangan karet, kantong sampah, dan larutan pembersih di sebuah toko serba ada sebelum kematian Arrieta, yang menurut jaksa memperkuat dakwaan pembunuhan berencana.
Kepada pengadilan, Sancho mengaku menyesali perbuatannya. “Saya menyesal bahwa ada nyawa yang hilang..,” kata Sancho seperti dikutip oleh surat kabar Spanyol, El Pais.
Dalam kondisi tertentu, Sancho dapat mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke negara asalnya guna menjalani sisa hukuman penjaranya di Spanyol. Namun, dia harus menjalani hukuman beberapa tahun dulu di penjara Thailand, menurut perjanjian antara Bangkok dan Madrid.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.