REQNews.com

Putus Asa, Warga Myanmar Ramai-Ramai Jual Ginjal di Medsos

News

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 18:02

Penduduk desa ini menjual ginjalnya untuk membeli rumah (Foto:dailymail)Penduduk desa ini menjual ginjalnya untuk membeli rumah (Foto:dailymail)

MYANMAR, REQNews - Tak kuat dengan kemiskinan, masyarakat Myanmar menjual organ tubuh secara ilegal dan sukarela lewat media sosial.

Diketahui, kemiskinan melanda Myanmar sejak pemerintahan negara itu dikendalikan junta militer usai kudeta pada tiga tahun lalu.

Dikutip dari CNN Indonesia dari laporan eksklusif CNN yang dirilis pada Jumat 30 Agustus 2024, warga miskin Myanmar yang putus asa ramai-ramai menawarkan ginjal mereka di Facebook.

Maung Maung (nama samaran) jadi salah satu orang yang melakukan itu mengungkapkan hal menyedihkan tersebut.

"Pada saat itu, saya merasa hidup ini sangat keras. Tidak ada cara lain bagi saya untuk bertahan hidup selain merampok atau membunuh orang demi uang," ujar Maung Maung, Jumat 30 Agustus 2024.

"Istri saya juga sama, dia tidak ingin hidup di dunia ini lagi. Tapi hanya demi putri kami, kami bertahan," lanjutnya.

Maung Maung awalnya kesulitan lantaran tidak mendapat pekerjaan usai dibebaskan oleh junta militer. Kondisi itu semakin berat karena keluarga Maung Maung terlilit utang selama dirinya masuk penjara.

Merasa putus asa, ia akhirnya membuka Facebook dan menawarkan ginjalnya di media sosial tersebut. Pada Juli 2023, Maung Maung akhirnya terbang ke India untuk operasi transplantasi.

Ginjalnya itu dibeli oleh pengusaha kaya keturunan China-Myanmar hingga 10 juta kyat Myanmar atau Rp73,9 juta (1MMK=Rp7,35). Jumlah itu dua kali lipat di atas pendapatan tahunan rata-rata di Myanmar.

Namun, Maung Maung bukan satu-satunya orang miskin Myanmar yang melakukan hal semacam itu. Ia mengaku melihat banyak orang Myanmar yang melakukan hal serupa setelah transplantasi ginjal.

Bahkan, di rumah sakitnya itu, ia mendapati orang-orang Myanmar yang berada di pemulihan dengan jahitan yang sama seperti Maung Maung di perut mereka.

"Ketika pergi ke toilet, saya melihat orang-orang Myanmar dan ketika pergi ke suatu tempat di dekatnya, ada orang-orang Myanmar lagi," ujar Maung Maung.

Laporan investigasi CNN menemukan bahwa cara itu jamak dilakukan masyarakat miskin di Myanmar. Menjual organ tubuh dipilih sebagai jalan pintas yang diambil agar tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Mereka menawarkan organ tubuh kepada orang-orang kaya di Facebook. Transaksi itu kemudian dibantu agen untuk melakukan perjalanan ke India untuk transplantasi secara ilegal karena melanggar hukum di kedua negara.

Bahkan, menurut laporan itu, terdapat tiga grup Facebook berbahasa Myanmar yang membahas jual beli organ. Transaksi itu pun melibatkan akun-akun yang diduga kuat sebagai penjual, pembeli, dan agen.

Sementara itu, Meta selaku perusahaan yang menaungi Facebook mengatakan satu grup terkait transaksi itu sudah dihapus. Namun, perusahaan itu tidak memberikan penjelasan tambahan terkait tren di Myanmar tersebut.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.