Berikut 6 Tokoh Calon Pimpinan Hamas Pengganti Yahya Sinwar yang Tewas Diserbu Tank Israel
GAZA, REQNews – Pemimpin Hamas Yahya Sinwar terbunuh dalam serangan di Jalur Gaza selatan pada Rabu, 16 Oktober 2024, menurut klaim militer Israel.
Namun, terkait kematian Yahya Sinwar, Hamas sejauh ini belum memberikan komentarnya.
Kematian Sinwar menimbulkan pertanyaan siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin Hamas.
Sinwar sendiri dipilih sebagai pemimpin Hamas setelah pendahulunya, Ismail Haniyeh dibunuh Israel dalam serangan di Teheran, Iran.
Dilansir The Hill, berikut beberapa tokoh Hamas yang menjadi kandidat utama untuk menjadi pengganti Sinwar.
1. Mahmoud al-Zahar
Mahmoud al-Zahar adalah pendiri dan anggota senior Hamas. Ia terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC) pada 2006 dan ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama kelompok tersebut setelah kemenangan Hamas dalam pemilu di tahun yang sama. Dia dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan Israel pada 1992 dan 2003.
2. Mohammed Sinwar
Saudara laki-laki Yahya, Mohammed Sinwar, juga menjadi salah satu calon pemimpin Hamas selanjutnya. Jika terpilih sebagai pemimpin Hamas, Mohammed Sinwar kemungkinan akan memiliki pendekatan yang sama dengan Yahya terkait perundingan gencatan senjata.
Pejabat Amerika Serikat (AS) menyebut Mohammed sebagai “orang yang sama” dengan Yahya, dan negosiasi gencatan senjata akan “gagal total” jika dia terpilih.
3. Mousa Abu Marzouk
Mousa Abu Marzourk membantu menciptakan cabang Ikhwanul Muslimin Palestina yang kemudian membentuk Hamas, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa. Dia tetap menjadi anggota biro politik utama.
Pada tahun 90an, sebagai kepala biro politik Hamas, Israel menuduhnya mendanai dan membantu mengatur serangan teroris, menurut laporan The New York Times.
4. Muhammad Deif
Tidak jelas apakah Mohammed Deif masih hidup. Militer Israel mengatakan Deif tewas dalam serangan udara awal tahun ini, namun seorang pejabat tinggi Hamas mengatakan kepada The Associated Press pada Agustus bahwa dia masih hidup.
Sebagai anggota pendiri dan komandan sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al-Qassam sejak 2002, Deif diyakini sebagai dalang serangan 7 Oktober bersama Sinwar.
5. Khalil al-Hayya
Khalil al-Hayya adalah anggota biro politik Hamas yang berbasis di Qatar dan menjadi negosiator utama dalam diskusi gencatan senjata di Doha. Al-Hayya, yang saat ini tinggal di Qatar merupakan calon pengganti Sinwar yang “ideal” bagi AS dan Israel, karena perannya yang mapan dalam perundingan gencatan senjata.
Dia adalah tokoh utama dalam merundingkan perjanjian gencatan senjata dengan Israel selama perang Gaza tahun 2014, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa.
Associated Press melaporkan pada Agustus bahwa al-Hayya juga dipandang sebagai calon penerus mantan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang terbunuh awal tahun ini. Peran itu jatuh ke tangan Sinwar.
6. Khaled Mashal
Khaled Mashal adalah pemimpin Hamas secara keseluruhan selama lebih dari satu dekade mulai 2006, serta mantan pemimpin biro politiknya.
Mashal, yang saat ini tinggal di Qatar, selamat dari upaya pembunuhan terhadapnya di akhir tahun 90an.
Dalam wawancara dengan Reuters awal bulan ini, Mashal mengatakan bahwa kehilangan pemimpin adalah hal yang biasa bagi Hamas dan menegaskan bahwa kelompok itu akan selalu bangkit.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.