Kekayaan Edward Tannur Jadi Sorotan Usai Anaknya Ronald Tannur Pelaku Pembunuhan Dini Meyuap Hakim
JAKARTA, REQNews - Edward Tannur yang merupakan ayah dari Ronald Tannur yang terjerat dalam kasus pembunuhan dan suap terhadap hakim kini kembali disorot publik.
Diketahui, suap tersebut mencapai miliaran rupiah dan telah disiapkan pengacara Ronald, Lisa Rahmat (LR).
Edward Tannur adalah seorang politisi dan pengusaha yang lahir di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2 Desember 1961.
Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2022, Edward memiliki total harta sebesar Rp 11,1 miliar.
Kekayaannya meliputi empat bidang tanah dan bangunan senilai Rp 8.906.200.000 serta sembilan unit alat transportasi dengan total nilai Rp 1.462.000.000.
Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 30 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp 744.972.793. Dengan demikian, total kekayaan Edward mencapai Rp 11.143.172.793.
Edward yang dikenal sebagai pengusaha, sempat berkarier sebagai Direktur Swalayan Tulip sejak tahun 1980.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pebisnis di sektor jasa konstruksi yang dimulainya pada tahun 1983.
Edward pernah menjabat sebagai Ketua Sasana Tulip dari tahun 1997 hingga 2003 dan Ketua Tulip FC dari tahun 2000 hingga 2004.
Berjalanan polisitiknya di mulai sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara, di mana ia menjabat sebagai Ketua Komisi C dari tahun 2004 hingga 2007.
Edward kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara untuk periode 2005-2009 dan menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB selama periode tersebut.
Pada tahun 2006, ia juga terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Timor Tengah Utara.
Pada Pemilu 2009, Edward mencalonkan diri sebagai calon legislatif untuk DPR RI masa jabatan 2009-2014 dan gagal. Ia baru berhasil terpilih sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan NTT II.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.